ICX dan Dynamik Technologies Resmi Bentuk Pasar Karbon Regional Borneo

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Selasa, 5 September 2023 | 20:51 WIB
Kiri - Kanan : Komisaris Indonesia Climate Exchange (ICX) Tengku Irvan Bahran, CEO Dynamik Technologies Puan Haslina Taib, CEO Indonesia Cliate Exchange (ICX) Megain Widjaja, Wakil Ketua Umum Kadin Bid Perdagangan Juan Permata Adoe.
Kiri - Kanan : Komisaris Indonesia Climate Exchange (ICX) Tengku Irvan Bahran, CEO Dynamik Technologies Puan Haslina Taib, CEO Indonesia Cliate Exchange (ICX) Megain Widjaja, Wakil Ketua Umum Kadin Bid Perdagangan Juan Permata Adoe.

RIAUMAKMUR.COM - Indonesia Climate Exchange (ICX) dan Dynamik Technologies Brunei Darussalam telah menjalin kerjasama strategis dalam pembentukan pasar karbon regional untuk Borneo Economic Community.

Kerja sama Indonesia Climate Exchange (ICX) dan Dynamik Technologies Brunei Darussalam ini mendukung rencana besar integrasi ASEAN dalam pengembangan ekonomi hijau, dengan fokus pada tiga pilar utama dari 5 pilar prioritas ASEAN BAC, yakni Digital Transformation, Sustainable Development, dan Trade & Investment Facilities.

Penandatanganan kerjasama Indonesia Climate Exchange (ICX) dan Dynamik Technologies Brunei Darussalam ini berlangsung di Jakarta pada Selasa, 5 September 2023.

Megain Widjaja, CEO Indonesia Climate Exchange (ICX), dan Puan Haslina Taib, CEO Dynamik Technologies, menjadi penandatangan kesepakatan tersebut.

Kerja sama strategis ini mengintegrasikan teknologi perdagangan ICX dari Indonesia dan Dynamik Technologies dari Brunei Darussalam untuk platform perdagangan karbon dan instrumen iklim lainnya.

Tujuannya adalah untuk menciptakan pasar regional yang kredibel dan kredit karbon yang dapat ditransaksikan secara inklusif, sesuai dengan rencana regional ASEAN dalam penurunan emisi.

"Kerja sama ini merupakan kepercayaan besar dari negara Brunei Darussalam dan mengukuhkan sinergi Borneo Economic Community dalam pengembangan pasar karbon regional," kata Megain Widjaja, CEO ICX.

Borneo Economic Community ini juga sejalan dengan rencana Ibu Kota Negara Nusantara yang berlokasi di Borneo, yang dibangun berdasarkan ideologi green city.

Hal ini memprioritaskan keberlanjutan, harmonisasi dengan lingkungan, dan sumber energi baru terbarukan. Keseimbangan emisi di Borneo menjadi salah satu prioritas utama bagi negara-negara di pulau tersebut.

Megain Widjaja juga menyatakan ini adalah awal dari banyak kerja sama yang akan terjadi di ASEAN.

"Kami berharap usaha ini akan mendukung upaya negara-negara ASEAN dalam mencapai target penurunan emisi Nationally Determined Contribution (NDC) serta memperkuat semangat menjadikan ASEAN sebagai Epicentrum of Growth," tukasnya.

CEO Dynamik Technologies, Puan Haslina menambahkan pihaknya menyadari potensi tersebut.

"Kami menyadari potensi Borneo sebagai pusat ekonomi hijau global, dan penciptaan pasar karbon regional melalui platform teknologi perdagangan modern akan memfasilitasi usaha di bidang ekonomi hijau dalam kawasan ini," imbuhnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X