RIAUMAKMUR.COM - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau akrab disebut Indonesia Eximbank terus menjalankan penugasan khusus ekspor (PKE) atau national interest account (NIA) yang diberikan Pemerintah untuk menyediakan pembiayaan ekspor atas transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dianggap perlu untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional bagi UKM
PKE ini berupa bantuan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang merupakan pelaku ekspor dalam bentuk pembiayaan.
Kepala Divisi Penugasan Khusus Ekspor LPEI Wahyu Bagus Yuliantok, Kamis (21/12/2023) mengatakan, sampai saat ini program tersebut masih dibuka untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ingin mengembangkan ekspor.
Baca Juga: Pemprov Riau Bakal Bangun Museum Perjuangan Pejuang Masyarakat untuk Kenang Jasa Pahlawan
Bahkan, tak tanggung-tanggung, untuk mendukung UKM berorientasi ekspor, LPEI berani memberikan pembiayaan hingga Rp15 miliar kepada pelaku UKM.
Pembiayaan ini mengenakan bunga hanya sebesar 6 persen.
Pada pembiayaan ini LPEI menerapkan agunan aset bagi para UKM yang mau mengajukan pinjamannya.
Baca Juga: Polisi di Rohul Naik Keranjang Terbang Demi Sosialisasi Pemilu Damai
Besaran hitungan agunan untuk mendapatkan pembiayaan sekitar 30% dari total pinjaman.
Besaran tersebut termasuk lebih rendah bila dibandingkan dengan perbankan.
"Tidak semua UKM mempunyai agunan yang cukup untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan. Di LPEI dalam rangka meringankan, minimal agunan yang harus disiapkan itu 30 persen dri total kredit," ujarnya.
Baca Juga: Gyeongseong Creature Tayang Besok, Netizen Ragukan Kemistri Park Seojoon dan Han Sohee Gara-Gara Ini
Pada program pembiayaan bagi pelaku ekspor ini secara total, sejak program berjalan dari tahun 2020 hingga 2023 ini penyaluran ke UKM mencapai hampir Rp1 triliun.
Menurut data LPEI, sejak program PKE untuk UKM berjalan, akumulasi hingga November 2023 telah berhasil memfasilitasi lahirnya 609 eksportir baru.
Sokongan dana rata-rata pembiayaan yang didapat oleh UKM adalah sebesar Rp5-6 miliar meski dalam kapasitasnya bisa memberikan pembiayaan hingga Rp 15 miliar.
Artikel Terkait
OJK Pertemukan UMKM dengan Sumber Pembiayaan dari Lembaga Jasa Keuangan Lewat Business Matching TPAKD
Pegadaian Pekanbaru Kenalkan Produk Pembiayaan Arrum Haji Lewat Pelatihan Mitra Dakwah
BFI Finance Buka Cabang Pembiayaan Syariah di Kota Pekanbaru
Pembiayaan KUR Syariah Pegadaian Subrantas Pekanbaru Capai Rp3 Miliar: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Menteri PANRB Terbitkan SE Minta Instansi Tetap Alokasikan Pembiayaan Non-ASN
Pembiayaan UMi di Riau Tersalurkan Rp205,79 Miliar untuk 40.740 Debitur, Melonjak hingga 58,5 Persen
Pembiayaan UMKM Harus Dipermudah, Ini Kata Presiden Jokowi