RIAUMAKMUR.COM - Sebagian orang ingin memulai bisnis atau berwirausaha untuk menambah penghasilan.
Mulai berbisnis juga memberi kesempatan sang owner atau pemilik untuk menyalurkan hobi, menguji ide usaha, hingga membuka jalan menuju kesuksesan dalam perjalanan kariernya.
Kendati terlihat menarik, membangun bisnis bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan strategi yang tepat agar usaha bisa berjalan lancar dan bertahan lama.
Baca Juga: Bill Gates Prediksi AI Akan Gantikan Peran Guru dan Dokter dalam 10 Tahun Mendatang
Pada era digital masa kini, kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sekarang memberi peluang besar bagi pelaku bisnis untuk menyusun strategi yang lebih efektif.
“AI dapat membantu seseorang menyusun strategi bisnis lebih terarah," demikian menurut laporan TIME yang dikutip pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Teknologi AI juga dinilai telah menjadi alat penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data.
Lantas, bagaimana cara menyusun strategi bisnis dengan bantuan AI? Simak ulasan selengkapnya:
1. Menentukan Ide yang Tepat
Langkah pertama dalam membangun bisnis adalah menentukan ide yang tepat. Sebaiknya pilih ide yang sesuai dengan keahlian, minat, dan kebutuhan pasar.
Bisnis yang dekat dengan kemampuan pribadi akan lebih mudah dijalankan dan berpeluang memberikan kepuasan tersendiri.
Selain relevan, ide bisnis juga harus punya potensi berkembang.
Jika produk atau layanan bisa terus menyesuaikan diri dengan tren pasar, maka pemilik bisnis lebih siap menghadapi tantangan dan perubahan kebutuhan konsumen.
“AI dapat menganalisis tren pasar dan perilaku konsumen, sehingga membantu wirausaha menemukan ide bisnis yang berpotensi sukses,” terang TIME.
Dengan begitu, pebisnis tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi juga mendapat dasar kuat untuk mengambil keputusan.
Artikel Terkait
YouTube Luncurkan Teknologi Baru untuk Melindungi Kreator dari Konten AI Palsu
Anggota Ini Disebut Jadi Kandidat Kuat Center Hearts2Hearts, Visualnya yang Mirip AI Bikin Netizen Korea Terpesona
Meutya Hafid ke AIAS Paris 2025, Bahas Kesiapan Indonesia dalam AI
Indosat Ooredoo Hutchison Catat Laba Bersih dan EBITDA Tumbuh Dua Digit, Kian Kokoh di Era AI
Samsung Innovation Campus Cetak 4.500+ Ahli Coding & AI, Dukung SDM Digital Indonesia
Samsung Kenalkan Galaxy A56 5G, Galaxy A36 5G, Galaxy A26 5G: Langkah Menuju AI untuk Semua
Wamenkomdigi Nezar Patria: Lompatan Inovasi AI Jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi
Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Jaringan dengan AI untuk Hadapi Lonjakan Konektivitas di Ramadan dan Lebaran
Bill Gates Prediksi AI Akan Gantikan Peran Guru dan Dokter dalam 10 Tahun Mendatang
Adopsi AI Jadi Sorotan Utama, Komdigi Gandeng Komunitas dan Pelaku Usaha di CITCOM CONNEXT 2025
Indosat Gandeng Wadhwani Foundation Siapkan Talenta Anak Muda Hadapi Dunia Kerja Lewat Program Pelatihan Berbasis AI
Cegah Kanker Stadium Lanjut, Kemenkes Luncurkan Teknologi AI untuk Diagnosis dan Pengobatan
Ini Tim Terbaik SIC Batch 6, Generasi Solutif Berbasis IoT dan AI
Melihat Ironi di Tengah Kecanggihan AI, Mulai dari Jutaan Buku yang Dirusak hingga Dugaan Eksploitasi Hak Cipta
Efisiensi Besar Microsoft, 9.000 Karyawan Terkena PHK demi Dorong Investasi AI
Wamenkomdigi Soroti Penyalahgunaan AI dan Deepfake, Sebut Perempuan dan Anak Rawan Jadi Korban
Studi: Warga RI Masuk Barisan Paling Takut Pekerjaannya Tergerus AI, Jerman-Jepang Justru Sebaliknya
WEF Bocorkan Tren Suram Dunia Kerja: AI Bisa Geser Jutaan Profesi, 41 Persen Perusahaan Siap PHK Massal
AI Bisa Jadi Berkah atau Musibah bagi Gen Z, Ini Kata Ekonom Goldman Sachs