Baca Juga: Thailand Open 2023: 3 Pasang Wakil Indonesia ke R16, 2 Lainnya Kandas
"Kebijakan ini bertentangan dengan fitrah Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya dengan keanekaragaman hayati," ungkap Manajer Kampanye Pesisir dan Laut Eksekutif Nasional Walhi Parid Ridwanuddin.
Menurut mereka kebijakan ini akan memperparah dampak buruk krisis iklim.
Pemerhati lingkungan ini meyakini, masyarakat pesisir akan makin miskin karena ruang hidup yang hancur oleh kebijakan tersebut.
Baca Juga: Promedia Bangun Megaportal Bantu KUMKM Naik Kelas
Ini juga menimbulkan krisis ekologis di wilayah pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil semakin parah.
“Banyak pesisir akan terkena abrasi, desa-desa pesisir dan pulau-pulau kecil tenggelam,” jelasnya.
Artikel Terkait
PM China Li Qiang Sebut Konsultasi Kode Etik Laut China Selatan Perlu Disegerakan
Terombang-ambing 4 Hari di Laut, Nelayan Sinaboi Rohil Ditemukan Selamat
Kondisi Air Laut di Pantai Padang Sumatera Barat Dilapokan Normal, Warga yang Mengungsi…
Singgung Status Laut China Selatan, DPR RI dan Parlemen AS Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral
KBI Bantu Permodalan dan Pendampingan Bagi Petani Rumput Laut di Pantai Lontar Serang Banten
Ekspor Pasir Laut Dilarang Masa Megawati, Dibolehkan Jokowi, Susi Pudjiastuti Bersuara