RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia merilis data Utang Luar Negeri Indonesia periode Mei 2023, Senin (17/7/2023).
Bedasarkan rilisan data tersebut diungkapkan bahwa Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami penurunan di bulan Mei 2023.
Berpatok pada ini Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan RI yang berkolaborasi meyusun data tersebut mengklaim bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat.
Baca Juga: Bongkar Toko Milik Orang, Dua Pria Ini Berakhir Diamankan Satreskrim Polres Kampar
Menurut data yang dibuat hasil kolaborasi dua lembaga pemerintahan ini ULN Indonesia didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
ULN Indonesia pada Mei 2023 tetap terkendali yang ditunjukkan dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,7% dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 30,0%.
Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat dengan ditunjukkan oleh dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 87,3% dari total ULN.
Baca Juga: Satlantas Polres Rohil Kampanyekan Keselamatan Berkendara
Direktur Eksekutif – Kepala Departemen Komunikasi, Erwin Haryono menuturkan dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.
Menurutnya peran ULN akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Menuriut data tersebut, ULN Indonesia pada Mei 2023 turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Posisi ULN Indonesia pada akhir Mei 2023 tercatat sebesar 398,3 miliar dolar AS.
Baca Juga: LAMR Rohil Dikukuhkan, Bupati Afrizal Minta Pengurus Lestarikan Adat Istiadat
Angka ini turun dibandingkan dengan posisi ULN akhir April 2023 sebesar 403,0 miliar dolar AS.
Dengan perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi 1,7% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,3% (yoy). Kontraksi pertumbuhan ULN ini terutama bersumber dari penurunan ULN sektor swasta.
ULN pemerintah pada akhir Mei 2023 tercatat sebesar 192,6 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar 194,1 miliar dolar AS. Namun secara tahunan tumbuh 2,3% (yoy).
Artikel Terkait
Jangan Lupa Sisihkan untuk Zakat dan Bayar Utang, Simak Tips Mengelola THR Lebaran Berikut Ini
Sinopsis Film Ride On: Jackie Chan Jadi Mantan Stuntman yang Terlilit Utang
Kasus Utang Hingga Komisaris Terima Transferan dari Kontraktor, Misliadi Muak dengan PT PIR, Ini Desakannya..
Makin Panas, Saling Bongkar Utang Antara Kemenkeu dan Pengusaha Jusuf Hamka Bantah Tudingan Hutang
WSBK Akan Dihapus Karena Dinilai Membebani Pembayaran Utang Sirkuit Mandalika
PSSI Punya Utang Hingga Rp100 Miliar, Erick Thohir Singgung Baik Buruk Pengurus Lama?