RIAUMAKMUR.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada pekan lalu yakni sebesar 0,28% tertopang sektor basic materials 2,38%, sektor energi yang menguat sebesar 1,67% dan industrial 0,76%. Sementara itu sektor yang memperberat laju IHSG yakni sektor teknologi yang melemah -2,20%, sektor properties & real estate -2,08% dan healthcare -1.54%.
Community Lead IPOT, Angga Septianus menjelaskan pada pekan lalu ada 4 sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG, yakni stimulus ekonomi China, cadangan minyak menipis, suku bunga BI & Fed Fund Rate dan Foreign Inflow.
Berdasarkan sejumlah sentimen ini Indo Premier Sekuritas merekomendasikan 5 saham untuk trading yakni Buy on Pullback BBTN (Support: 1.280, Resistance: 1.400), HRUM (Support: 1.635, Resistance: 1.810), Buy ASII (Support: 6.450, Resistance: 7.000), Buy on Pullback SMRA (Support: 620, Resistance: 700), Buy on Pullback PWON (Support: 476, Resistance: 1505).
Baca Juga: Presiden Tanggapi Biasa Polemik KPK dan TNI Terkait Penetapan Tersangka Kepala Basarnas
Ia menjelaskan pemerintah China berkomitmen untuk meningkatkan dukungan kebijakan untuk ekonomi di tengah pemulihan pasca Covid-19 yang penuh tantangan dengan fokus pada permintaan domestik.
Menurutnya sejumlah kebijakan stimulus China yakni memperpanjang bantuan pinjaman untuk pengembang properti untuk memastikan penyelesaian rumah-rumah yang sedang dibangun dan otoritas lokal didorong untuk membantu warga memperbaiki rumah, memastikan orang-orang mendapat akses kredit lebih baik dalam membeli produk rumah tangga.
Selain itu, pemerintah China juga meningkatkan pembelian mobil, terutama dalam kendaraan energi baru, contohnya termasuk menurunkan biaya pengisian kendaraan listrik dan memperpanjang keringanan pajak dan mengeluarkan rencana untuk mendorong perusahaan swasta berinvestasi di industri utama, contohnya seperti di industri transportasi, konservasi air, energi bersih, infrastruktur baru, manufaktur maju, dan fasilitas pertanian modern.
Baca Juga: Comeback Setelah 5 Tahun Hiatus, INFINITE Tetap Ganteng dan Kompak di MV New Emotions
Terkait sentimen cadangan minyak menipis, ia menjelaskan harga minyak dunia meningkat 4 minggu berturut-turut karena likuiditas yang rendah dan outlook permintaan yang kemungkinan meningkat karena banyaknya stimulus yang digelontorkan pemerintah China.
Selain itu, inventory di hub Singapura pada level terendah 4 tahun terakhir serta cadangan darurat minyak AS pada level terendah 40 tahun terakhir.
Terkait sentimen sepekan ke depan, Angga mengimbau para trader untuk memerhatikan sentimen inflasi Indonesia di Juli, PMI Manufaktur Juli dan cadangan devisa Indonesia agar trading pada minggu ini membuahkan profit.
Baca Juga: Ini Cara Mudah Kenali Berita Hoax
"Di awal bulan biasanya akan ada rilis data inflasi dan data PMI Manufaktur untuk bulan sebelumnya. Terkait cadangan devisa kita bisa ngukur kekuatan nilai tukar kita seperti apa," tandasnya.
Artikel Terkait
Mau Lebaran Nih, Lirik-Lirik Saham Ini Buat Cari Cuan
Pascalibur Panjang Investor Saham Eropa Menguat
Begini Operasional dan Kinerja Saham Waskita Usai Dirut Ditetapkan Tersangka
Erick Thohir Jawab Mengapa Saham PHE Belum Go Public
Optimis IHSG Rebound Pekan Ini, Serok Cuan Dari Beberapa Saham Ini
Pemegang Saham Tolak Rencana Bangun PLTU Batu Bara Adaro, Rusak Lingkungan
Laba Bersih Naik, Indosat Bagikan Dividen Tahun Buku 2022 Sebesar Rp2 Triliun, Senilai Rp255,7 per Saham
Ada Tiga Sentimen Negatif IHSG Pekan Ini, Beberapa Rekomendasi Saham Pekan Ini
Ini Rekomendasi Saham 3 Hari Bursa Pekan Ini, Perhatikan Sejumlah Sentimen Ini
Hari Market Hanya 2 Hari Pekan Ini, Ini Sejumlah Sentimen dan Rekomendasi Saham Trading