ekonomi-bisnis

IHSG Menguat Tapi Belum Maksimal

Senin, 18 Desember 2023 | 16:53 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbang di awal pekan ini meski masih bergerak di atasl level 7.100 di pasar spot. Di mana IHSG turun 0,99% atau 71,46 poin ke level 7.119,52 hingga akhir perdagangan di BEI.

RIAUMAKMUR.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.190 pada perdagangan minggu lalu pada Jumat, 15 Desember 2023 atau menguat 0,4 persen di sepanjang minggu lalu tapi diperkirakan ini belum maksimal atau belum mencapai puncaknya.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani menjelaskan secara teknikal saat ini IHSG berada di area resist dan berpotensi untuk menembus level resist tersebut didukung oleh inflow asing yang besar dalam 2 hari perdagangan terakhir (total inflow dari investor asing pada 2 hari perdagangan terakhir mencapai Rp3,7 triliun).

"7.100 adalah area yang selama ini sulit ditembus sepanjang 2023," tegasnya di Jakarta pada Senin, 18 Desember 2023.

Baca Juga: OJK Riau Gelar Edukasi Keuangan di Bengkalis

Penguatan IHSG di minggu lalu tertopang top gainers IDX Sector Energy dan IDX Sector Financials.

Terkait sektor energi, jelasnya, mayoritas komoditas menguat sepanjang minggu lalu, seperti batu bara dan minyak mentah. Hal ini membuat harga saham emiten energi pun naik dan membuat sektor energi menjadi penopang untuk IHSG di minggu lalu.

Baca Juga: Antisipasi Jelang Nataru, Kantor SAR Pekanbaru Melakukan Apel Siaga

Sedangkan terkait sektor perbankan, saham big banks naik seiring dengan aksi beli investor asing. Penguatan paling signifikan terjadi pada BBCA yang naik sebesar 5% di sepanjang minggu lalu.

Namun demikian, IHSG belum bergerak maksimal karena tersandera 2 sektor yang menjadi top losers yakni IDX Sector Transportation & Logistic dan IDX Sector Technology.

Baca Juga: Fans CP Kenyang Momen! Tencent Video All Star Night 2023 Suguhkan Red Carpet Penuh Gula! Ada Wang Couple Hingga Zhao Lusi - Wang Anyu

Menurutnya sektor transportasi mengalami penurunan sebesar 4,5% sepanjang minggu lalu. Leader dalam sektor ini adalah emiten GIAA yang terkena dampak trend naiknya harga avtur, membuat beban pada emiten penerbangan ini meningkat. Harga saham GIAA melemah 2,4% sepanjang minggu lalu.

Sementara itu terkait sektor teknologi, terangnya, ternyata mengalami pelemahan 1,9% sepanjang minggu lalu seiring dengan masih tingginya suku bunga saat ini. Sektor teknologi adalah sektor yang sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga.

Tags

Terkini