RIAUMAKMUR.COM - Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Cabang Jakarta semakin menunjukkan eksistensinya sebagai bank daerah yang berdaya saing di tingkat nasional. Dengan strategi jemput bola dan ekspansi layanan, BRK Syariah membuktikan kemampuannya dalam menghadapi persaingan dengan bank-bank besar, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Kami di sini menjual produk lokal ke nasional dan Alhamdulillah bisa bersaing dengan bank pembangunan daerah (BPD) lainnya. Saingan kami di sini adalah bank-bank Himbara,” ujar Kepala Cabang BRK Syariah Jakarta, Nety Supiaty, Jumat (21/2/2025).
Nety menegaskan bahwa pencapaian kinerja BRK Syariah Jakarta telah melampaui ekspektasi. BRK Syariah Cabang Jakarta berhasil mencatatkan komponen laba/rugi tahun 2024 mencapai 161,26% dari anggaran yang ditetapkan. Ini menjadi sebuah bukti nyata bahwa bank ini mampu bersinergi dan berinovasi untuk meningkatkan daya saingnya.
Baca Juga: BRK Syariah Cabang Jakarta Catat Kinerja Positif, Aset Tumbuh 51,09%
“Alhamdulillah, pencapaian kerja cabang BRK Syariah Jakarta sudah memenuhi target, bahkan melampaui yang diharapkan. Ini menunjukkan bahwa kami bisa bersaing di tingkat nasional dengan tetap menjaga semangat dan sinergi dalam mencapai target yang diharapkan manajemen,” jelasnya.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, BRK Syariah Jakarta tetap optimis menghadapi tantangan, termasuk dalam aspek digitalisasi yang semakin berkembang.
“Kami menyadari bahwa persaingan kami bukan hanya dengan sesama BPD, tetapi juga dengan bank-bank besar BUMN. Namun, kami tetap bersemangat karena produk yang kami tawarkan juga mampu bersaing secara kompetitif,” katanya.
Untuk meningkatkan jangkauan layanan, BRK Syariah Jakarta menargetkan nasabah dari kalangan masyarakat Riau yang berada di Jakarta agar lebih mengenal dan memanfaatkan layanan perbankan yang tersedia.
“Kami ingin memastikan masyarakat Riau di Jakarta mengetahui bahwa BRK Syariah hadir di sini sebagai pilihan layanan perbankan yang kompetitif,” tambahnya.
Terkait dukungan anggaran untuk tahun 2025, Nety menegaskan bahwa BRK Syariah Jakarta tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga aktif mencari sumber pendanaan lain guna memperkuat layanan perbankan dan ekspansi bisnis.
“Sebelum ada divisi anggaran pun, kami sudah didorong oleh manajemen untuk tidak bergantung pada dana pemerintah. Kami harus berjuang mencari dana dari luar, seperti sektor ritel dan koperasi. Alhamdulillah, kami tetap optimis dan terus bersinergi dalam memenuhi target yang telah ditetapkan,” pungkasnya.