ekonomi-bisnis

Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

Sabtu, 18 April 2026 | 19:34 WIB
Tim CID PHR saat melakukan monitoring di outlet Koperasi Pucung Rebung, Rumbai, Pekanbaru. Koperasi Pucuk Rebung hadir sebagai simbol kemandirian ekonomi yang mampu bersaing hingga skala internasional.

RIAUMAKMUR.COM - Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau.

Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wadah kolektif.

Koperasi Pucuk Rebung hadir sebagai simbol kemandirian ekonomi yang mampu bersaing hingga skala internasional.

Baca Juga: Setetas Energi Untuk Kehidupan, Pekerja PHR Sumbang Ratusan Kantong Darah Bagi PMI

Sosok perempuan tangguh bernama Yuneli, atau akrab disapa Nunik, memimpin koperasi ini melewati berbagai tantangan.

Para pelaku usaha awalnya merasa kurang percaya diri untuk bermimpi besar karena keterbatasan modal, standar kualitas yang belum seragam, serta minimnya jejaring distribusi mulai menemukan arah.

Pasar internasional yang sebelumnya terasa mustahil untuk diraih muncul perlahan.

“Rasa percaya diri kini tumbuh menggantikan perasaan ragu yang dahulu membayangi kami. Perjalanan Koperasi UMKM Pucuk Rebung dan dukungan PHR telah mengubah segalanya. Berawal dari dapur sederhana, kini produk kami mampu tampil hingga pasar internasional,” kata Nunik yang baru saja kembali dari Malaysia menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha setempat.

Tim CID PHR saat melakukan monitoring di outlet Koperasi Pucung Rebung, Rumbai, Pekanbaru. Koperasi Pucuk Rebung hadir sebagai simbol kemandirian ekonomi yang mampu bersaing hingga skala internasional.

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir sebagai Sahabat Pendukung melalui program Pengambangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan.

Peran strategi PHR mencakup penguatan kelembagaan, pembukaan akses pasar, serta penyediaan pelatihan peningkatan kualitas produk.

Intervensi ini dirancang agar UMKM tidak sekedar bertahan hidup, melainkan tumbuh menjadi usaha yang berdaya saing.

Anggota koperasi berproses secara aktif meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan standar keamanan pangan.

Mereka memperbaiki sistem pengemasan agar daya simpan produk mampu bertahan hingga delapan bulan.

Dukungan alat produksi dan baku dari PHR dimanfaatkan secara optimal sebagai pemantik kemandirian.

Halaman:

Tags

Terkini