Waspada Kecelakaan! PHR Edukasi Pelajar di Minas Berkendara Aman dan Selamat

photo author
Imay RM, Riau Makmur
- Selasa, 26 September 2023 | 18:51 WIB

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan menggelar kampanye keselamatan dan sosialisasi keamanan di area fasilitas objek vital nasional bagi pelajar di SMK Negeri 1 Minas, Kabupaten Siak, Senin (25/9/2023). Edukasi keselamatan dinilai perlu terutama bagi pelajar yang sering berkendara roda dua di wilayah operasi WK Rokan. 

Dalam pemaparannya, Tim HES PHR Kurniawan menekankan kepada pelajar agar selalu tertib berlalu lintas dan memperhatikan aturan-aturan keselamatan di jalan raya dan sekitar operasi PHR. Hal ini penting mengingat hasil penelitian di Indonesia menyebutkan 66 persen korban kecelakaan sepeda motor dialami usia produktif 15-35 tahun, sedangkan 25 persen di antaranya meninggal dunia. 

“Pemicu salah satunya adalah tidak menggunakan helm. Menggunakan helm (pelindung kepala) yang tidak benar berisiko 2,5 kali lebih tinggi mengalami kecelakaan. Di mana 88 persen korban kecelakaan sepeda motor mengalami cidera di bagian kepala,” jelasnya. 

Baca Juga: Asrinya Hutan Perumahan PHR, Jadi Rumah Sejuk Bagi Spesies yang Dilindungi

Dengan demikian kata Kurniawan, menggunakan helm sangat penting bagi pengendara demi keamanan dan keselamatan. Tidak hanya bagi pengemudi, helm yang berfungsi melindungi kepala juga sangat dibutuhkan bagi penumpang yang justru memiliki risiko lebih besar ketimbang pengemudi saat terjadi kecelakaan.  

Adapun penyebab kecelakaan karena kurang disiplinnya pengendara dalam berlalu lintas. Kurangnya konsentrasi, mengantuk bahkan emosional dalam berkendara. “Ini kerap terjadi pada usia-usia produktif ( _labil_ ),” ujar Kurniawan. 

Baca Juga: Bank Sampah Binaan PHR Disambut Antusias Pengunjung Festival LIKE Kementerian LHK

Kemudian, kondisi kendaraan yang tidak laik jalan seperti rem tidak berfungsi dengan baik hingga melebihi muatan. Faktor jalan yang sempit dan berlubang serta faktor cuaca seperti hujan dan berkabut turut menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. “Sebaiknya tidak berkendara dalam kondisi hujan karena rawan kecelakaan akibat jalanan licin,” tukasnya.

Para pelajar turut diberikan edukasi mengenai ‘blind spot’ mengingat daerah Minas kerap dilintasi kendaraan berat (dump truck). Ada area yang tidak terlihat (blind spot) oleh pengemudi truk saat berkendara di jalan raya akibat dimensi kendaraan yang begitu besar. Area ini sangat berisiko untuk pengendar lainnya. 

Baca Juga: Produksi Lapangan Petani Blok Rokan Tembus 10.000 BOPD, PHR Gelar Syukuran

Blind spot juga dipengaruhi oleh jangkauan spion yang terbatas karena ukurannya yang kecil. Kurangnya perhatian pengendara dengan area sekitar serta kondisi tikungan dan kemacetan akan mempengaruhi blind spot. 

Untuk itu, jarak aman bagi pengendara lainnya apabila mendapati truk dan bus di jalan raya adalah dua meter di bagian depan. “Pengemudi truk dapat melihat dengan jelas kendaraan di depannya,” ujarnya. 

Sedangkan bagian belakang merupakan blind spot terbesar bagi kendaran truk dan bus. “Jika bertemu truk bermuatan jarak amannya adalah 30 meter dan kecepatan 30 km/jam,” tuturnya. 

Peserta antusias mendengarkan paparan narasumber yang menjelaskan keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Peserta juga dibekali untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bagi masyarakat di sekitar jaringan transmisi listrik oleh Tim Power Generation and Transmision (PG&T) PHR. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Imay RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X