RIAUMAKMUR.COM - Aktivitas Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) semakin banyak di Kota Pekanbaru, hampir disetiap persimpangan lampu merah yang ada di Kota Pekanbaru terdapat aktivitas ini.
Beberapa waktu lalu sempat aktivitas para Gepeng ini di razia disalah satu persimpangan. Namu tampaknya aktivitas tersebut tidak membuat para Gepeng jera. Aktivitas ini marak dinilaikarena masyarakat kerap memberikan duit kepada para Gepeng.
Dinas Sosialisasi (Dinsos) Kota Pekanbaru, imbau masyarakat untuk tidak beri uang kepada Gepeng karena dianggap apa yang diberikan ke mereka belum tentu digunakan sebagaimana peruntukannya diberikan.
Baca Juga: Rupiah Tahun Emisi 2022 Dinobatkan Jadi Best New Banknote Series Didunia
"Kita imbau masyarakat tidak memberi uang di lampu merah atau persimpangan jalan. Sebab belum tentu lagi sumbangan, infak dan, sedekah itu digunakan untuk keperluan sebenarnya," kata Kepala Dinsos Kota Pekanbaru Idrus, Kamis (18/5).
Menurutnya, uang yang diberikan bisa saja digunakan para Gepeng untuk hal yang tidak baik. Mereka bisa saja menggunakan uang tersebut untuk hal negatif, seperti konsumsi narkoba dan lainnya.
Ia menuturkan tidak semua Gepeng yang ada di jalanan berstatus miskin.
Baca Juga: Dipimpin aespa, Inilah Daftar Album Girl Grup KPop dengan Penjualan Tertinggi Dalam Sehari di Hanteo
Jika terus diberi uang menurutnya aktivitas Gepeng ini akan terus marak dan sulit di berantas.
"Lebih baik bersedekah dan berinfak ke lembaga terpercaya seperti Baznas, Dompet Dhuafa atau ke masjid," tuturnya.
Ia menambahkan, Dinsos Pekanbaru melakukan upaya razia untuk menghilangkan Gepeng dan badut jalanan. Namun, setelah dilakukan razia dan dibawa ke shelter Dinsos sebagian dari mereka kembali lagi ke jalanan.
Baca Juga: Johnny G Plate Tersangka, Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo
"Kita sudah melakukan upaya penjangkauan untuk menghilangkan mereka-mereka di jalanan. Kita razia, kita bawa ke shelter dan buat perjanjian. Bahkan sebagian juga ada yang kami pulangkan ke daerah asalnya," pungkasnya.