RIAUMAKMUR.COM - Pandemi Covid-19 yang berlangsung sekitar tiga tahun belakangan telah membawa masyarakat kembali menyadari pentingnya hidup sehat, termasuk dengan mengkonsumsi minuman yang mengandung bahan-bahan alami.
Meningkatnya kesadaran masyarakat ini juga mendorong kembali gaya hidup inum teh.
Dengan kembalinya masyarakat menggemari minuman teh tentu mendorong pula pertumbuhan industri teh.
Baca Juga: Polsek Tanah Putih Cegah Paham Radikalisme Dengan Sambangi Masyarakat
Meski saat ini minuman kopi banyak diganderungi masyarakat, tidak menutup kemungkinan pangsa pasar teh juga berkembang.
Budaya minum teh telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-menurun, dan teh merupakan minuman yang hampir selalu tersaji di tengah-tengah keluarga masyarakat Indonesia.
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, Senin (14/8/2023) mengatakan bahwa diperlukan inovasi untuk mendongkrak eksistensi teh ditengah masyarakat.
Baca Juga: Jambret HP Seorang Wanita, Pria Ini Diamankan Warga
Inovasi dari segi peracikan dan semacamnya dianggap bisa menjadi keniscayaan.
Menurut dia, teh berpotensi besar sebagai pilihan minuman favorit selain kopi, di kafe-kafe yang kerap dikunjungi oleh para generasi muda milenial dan generasi Z.
Berdasarkan laporan Mc Kinsey tahun 2020 generasi Z Indonesia sebagian besar merupakan tipe konsumen yang sadar merek, cenderung menjadi pengadopsi awal sebuah produk atau layanan.
Baca Juga: PB Porwil dan Pj Bupati Kampar Komit Sukseskan Porwil Sumatera XI
"Dengan data ini dapat ditangkap bahwa kehadiran teh artisan yang cukup menarik perhatian generasi muda perlu mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat dan pemerintah,” tuturnya.
Ia menuturkan teh artisan merupakan salah satu inovasi dalam pengembangan teh yang menawarkan berbagai manfaat dari bahan yang digunakan dan nilai estetika dalam tampilannya.
Ini disampaikannya pada acara Pendirian Rumah Teh Indonesia.