RIAUMAKMUR.COM, KAMPAR - Ikatan Keluarga Besar (IKB) Batu Sanggan bersama masyarakat menggelar kegiatan Baliok Batobo ka Kampuong Kito, Minggu (1/10/2023) di sekitar Sungai Subayang.
Kegiatan yang dilaksanakan di tepian Lubuk Larangan Desa Batu Sanggan Kecamatan Kampar Kiri Hulu tersebut dihadiri langsung Pj Bupati Kampar H Muhammad Firdaus, SE,MM.
Dengan menggunakan perahu sampan lebih kurang satu jam, untuk menempuh perjalanan menuju Batu Sanggan. Dari atas sampan, Pj Bupati Kampar melempar jala untuk mencokau atau dalam bahasa Indonesia berarti enangkap ikan.
Baca Juga: Wakapolres Rohil Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Lemparan jala dari perahu Pj Bupati Kampar tersebut menandakan kebiasaan menangkap ikan bersama di daerah tersebut dimulai.
Selain mencokau, kegiatan ini diisi pula dengan acara makan bersama hasil tangkapan.
Masyarakat yang tinggal di sekitaran Desa Batu Sanggan, Tanjung Belit dan masyarakat dari luar turut berpartisipasi dalam acara ini.
Baca Juga: Berbagai Jenis BBM dan Kadar Oktannya, Serta Rasio Kompresi Tepat Untuk Penggunaannya
Pada acara ini, selain Pj Bupati Kampar, hadir juga Anggota DPRD Kampar Iib Nursaleh, Kadis PMD Lukmansyah Badoe, Kadis Kominfo dan Persandian Yuricho Efril,S.STP, Kadis Perindag Hambali, Kadis Perikanan Zulfahmi, Kalaksa BPBD Agustar, Dirut Petrilium Riau Antoni Satria, Camat Kampar Kiri Hulu Firdaus, Camat Gunung Sahilan Musnaini, Camat Kampar Kiri Marjanis, Ketua IKB Batu Sanggan Muskarbed.
Pj Bupati Kampar Firdaus mengapresiasi terlaksananya kegiatan yang menyiratkan silaturahmi dan kegembiraan tersebut.
"Ini kegiatan yang memiliki banyak makna, karena mancokau ikan merupakan tradisi di Kabupaten Kampar," ungkapnya.
Baca Juga: Daftar Negara-negara yang Melarang TikTok Shop dan Alasannya
Dalam mancokau memiliki makna dalam memupuk kekeluargaan, kebersamaan, gotong royong dan dalam kegembiraan semua kalangan yang pulang kampung dengan masyarakat sendiri dalam suatu kegiatan menangkap ikan bersama.
Firdaus berharap agar masyarakat terus melestarikan tradisi atau budaya ini agar tidak hilang.
Ia meminta peran serta semua masyarakat agar menjaga dan mengembangkan tradisi tersebut hingga di generasi kedepan bisa merasakannya.
Artikel Terkait
Merawat Tradisi, Karang Taruna Kecamatan Bandar Laksamana Gelar Perlombaan Lampu Colok, Hadiahnya Rp10 Juta
Gubri Syamsuar Rayakan Aghi Ghayo Onam, Tradisi Ziarah Kubur Hari Raya Enam di Kampar
Guys, Apa Saja Manfaat Buah Pinang Bagi Kesehatan, Benarkah Hanya Sebatas Tradisi Budaya?
Tradisi Bakar Tongkang di Rokan Hilir Dijaga dengan Tim Siaga 730 Personel Polres Rohil
Mengenal Menggelek Tobu, Tradisi Unik Masyarakat Kampar di Desa Kuok
Menparekraf Minta Tradisi Tepung Tawar Terus Dilestarikan
Maelo Jalur Tradisi Gotong Royong Menyeret Kayu dari Hutan
Mengenal Konji Barayak dan Tradisi Bakonji Masyarakat Kuansing Riau
Erick Thohir Dinilai Bawa Tradisi dan Mental Juara ke Sepak Bola Indonesia
Pengamat: Erick Thohir Sukses Bangun Tradisi Juara Timnas Indonesia