Lempeni, Buah Kecil Bali yang Kini Terancam Punah Tapi Punya Segudang Manfaat

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Senin, 11 November 2024 | 06:35 WIB
Lempeni (Flora Dirgantara)
Lempeni (Flora Dirgantara)

RIAUMAKMUR.COM - Bagi generasi 70-an, buah lempeni di Bali bukan sekadar tanaman liar—ia adalah bagian dari permainan tradisional.

Anak-anak masa itu sering memanfaatkan buah lempeni sebagai amunisi dalam permainan perang-perangan dengan senapan bambu kecil.

Selain sebagai mainan, lempeni juga lazim digunakan sebagai pagar hidup yang membatasi lahan antarwarga, serta tanaman hias yang menghiasi pekarangan.

Baca Juga: 5 Jus Buah Bernutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Cuma Wortel

Namun, seiring perkembangan teknologi dan kemunculan gadget, permainan tradisional mulai ditinggalkan.

Tanaman lempeni pun kini jarang ditemukan di Bali, menghilang dari kehidupan sehari-hari anak-anak dan menjadi semakin langka.

Tanaman lempeni (Ardisia elliptica) yang merupakan tumbuhan semak hijau sepanjang tahun ini, mampu tumbuh hingga setinggi 5 meter.

Daun mudanya berwarna hijau kemerahan dan bunganya berbentuk bintang, muncul berkelompok di ketiak daun.

Baca Juga: Memanfaatkan Sisa Buah, Cara Efektif Mengolah Kulit Pisang Menjadi Kompos Berkualitas

Buahnya berwarna merah saat muda dan berubah hitam saat matang.

Meski kecil, tanaman ini memiliki segudang manfaat, baik sebagai bahan pangan maupun obat.

Berbagai penelitian mengungkapkan keunggulan lempeni bagi kesehatan.

Menurut penelitian Abdullah dkk. (2010), buah dan daun lempeni dapat meredakan gangguan perut.

Selain itu, ekstrak etanol buah lempeni juga efektif untuk mengobati diare (Shubhra dkk., 2013).

Bahkan, tunas daun muda lempeni bisa dimanfaatkan sebagai lalapan atau sayuran (Lim, 2012).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X