RIAUMAKMUR.COM - Menjadi ibu yang menyusui seringkali dikaitkan dengan absennya menstruasi atau haid.
Ini terjadi karena produksi ASI (Air Susu Ibu) dapat memengaruhi siklus menstruasi pada sebagian besar wanita setelah melahirkan.
Proses ini dikenal sebagai amenore laktasi atau amenore selama menyusui.
1. Faktor Hormonal
Saat menyusui, produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin.
Hormon ini diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak dan bertanggung jawab untuk merangsang produksi ASI.
Peningkatan prolaktin cenderung menekan produksi hormon-hormon lain yang bertanggung jawab atas menstruasi, seperti hormon luteinizing (LH) dan hormon folikel-stimulasi (FSH).
Kondisi ini bisa membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan tidak ada sama sekali.
2. Metode Kontrasepsi Alami
Walaupun tidak menstruasi, penting bagi ibu menyusui untuk tetap memperhatikan kemungkinan kehamilan.
Meskipun tidak haid, ovulasi (pelepasan telur dari ovarium) bisa terjadi sebelum menstruasi kembali normal.
- Baca Juga: 7 Tips Ampuh Menghilangkan Mata Panda
Hal ini berarti bahwa meskipun tidak ada menstruasi, ibu yang menyusui tetap berpotensi hamil.
Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk menggunakan metode kontrasepsi yang aman selama periode ini.
3. Durasi Amenore Laktasi
Durasi ketiadaan menstruasi saat menyusui bisa bervariasi.