gaya-hidup

Ternyata Manfaat Buah Peluntan Luar Biasa! Sayang, Kini Makin Sulit Ditemukan

Minggu, 3 November 2024 | 07:10 WIB
Ilustrasi buah peluntan. (@fruitforestfarm @kelzinatorrr @hurunjannah80)

RIAUMAKMUR.COM - Hutan Kalimantan, yang dulu terkenal akan keanekaragaman hayatinya, kini menghadapi ancaman serius akibat konversi lahan.

Salah satu korban hilangnya ekosistem ini adalah buah-buahan liar yang memiliki nilai gizi dan manfaat kesehatan tinggi namun kini semakin sulit ditemukan.

Di antara buah-buahan tersebut, ada buah peluntan (Nephelium ramboutan-ake), yang secara tradisional tumbuh di kawasan Asia Tenggara, khususnya Kalimantan.

Baca Juga: Gandaria, Buah Kundang Marian Plum Langka dari Kalimantan

Buah peluntan memiliki bentuk yang menyerupai rambutan, tetapi ukurannya lebih besar dengan kulit keras dan berdurKalimanta

Daging buah ini berwarna putih atau kekuningan, menawarkan rasa manis dengan sedikit asam yang segar—sangat cocok untuk dinikmati sebagai penghilang dahaga di siang hari.

Biji buah peluntan, yang juga bisa dimakan, memiliki rasa gurih yang khas dan mirip dengan biji rambutan.

Baca Juga: Buah Kedondong Super Ini Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Kaya akan nutrisi, peluntan mengandung vitamin C, kalium, zat besi, dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Kandungan antioksidannya membantu melawan radikal bebas, mengurangi risiko penyakit kronis, serta menjaga kesehatan kulit berkat kadar vitamin C-nya yang tinggi.

Selain itu, buah ini dikenal baik untuk pencernaan karena kandungan seratnya dapat mencegah sembelit dan memperlancar sistem pencernaan.

Baca Juga: Cicipi Keunikan Omija, Buah 5 Rasa yang Populer di Korea

Konsumsi buah ini juga diyakini dapat meningkatkan imunitas tubuh secara alami.

Dalam pengobatan tradisional, peluntan sering digunakan untuk meredakan demam, sakit tenggorokan, dan gangguan pencernaan.

Beberapa daerah bahkan memanfaatkan ekstrak biji dan kulitnya sebagai bahan dasar obat herbal.

Halaman:

Tags

Terkini