RIAUMAKMUR.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunggah sebuah postingan di Instagram (IG) pribadinya @ridwankamil terkait penggunaan kendaraan listrik.
Gubernur Jawa Barat ini seakan mempromosikan penggunaan kendaraan listrik, namun dengan cara yang berbeda.
Pada video singkat di postingan IG yang di posting pada Selasa (27/6/2023) tersebut menampilkan dirinya menaiki sepeda motor bergaya klasik di jalanan.
Motor yang ditunggangi tersebut merupakan buatan pabrikan sepeda motor listrik Gesits yang bekerjasama dengan Ridwan Kamil.
Motor tersebut dinamakam RKG 5000 yang memiliki kependekan dari Ridwan Kamil Gesits 5000.
Di caption postingan IG tersebut, Ridwan Kamil membuka kata dengan menuliskan kata PERCUMA NAIK KENDARAAN LISTRIK.
Baca Juga: Pelaku Curanmor Tertangkap dan Dihajar Warga di Tambang
Pada baris caption selanjutnya ia menuliskan "Jika sumber listriknya masih dari pembangkit listrik dengan batubara. Cuma memindahkan emisi saja." Kata mereka yang skeptis dengan transformasi menuju kendaraan listrik
Pada baris selanjutnya Ridwan Kamil menjawab kalimat diatasnya dengan pernyataan "adalah "TIDAK PERCUMA", karena emisi karbon berhasil turun 7%, walau pembangkit listrik masih dari energi fosil, karena tidak ada polusi karbon ke udara dari pergerakan kendaraannya".
Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat itupun mempertegas bahwa "APALAGI jika pembangkit listrik dari energi terbarukan seperti sinar matahari, panas bumi, air atau tenaga angin/bayu. Emisi karbon bisa turun berlipat-lipat".
Baca Juga: Kirim Atlet Lari Trail ke Fornas VII Jawa Barat, Ini Harapan ALTI Riau
Memang ditengah masyarakat saat ini masih banyak beredar anggapan bahwa percuma menggunakan kendaraan listrik kalau penghasil listriknya masih jadi penyumbang polusi.
Direktur Center of Economic and Law Studies, CELIOS, Bhima Yudhistira pernah menjelaskan bahwa Upaya pemerintah agar masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik adalah hal kontradiktif.
Hal tersebut dikarenakan segala insentif yang diberikan pemerintah terhadap kendaraan listrik nyatanya tidak menghilangkan pemanfaatan batubara.