RIAUMAKMUR.COM - Tangis perceraian kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Setelah enam tahun membina rumah tangga, aktor sekaligus YouTuber Baim Wong dan model Paula Verhoeven resmi bercerai.
Putusan dibacakan oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Rabu (16/4/2025), sekaligus mengakhiri polemik panjang seputar hak asuh anak.
Perceraian ini tak hanya menjadi akhir dari kisah cinta dua figur publik, tapi juga menyisakan luka dan narasi kompleks, terutama bagi Baim Wong yang merasa dicap sebagai ayah yang membatasi akses mantan istrinya kepada anak-anak mereka.
Baca Juga: Resmi Bercerai, Pengadilan Benarkan Baim Wong dan Paula Verhoeven Pisah karena Perselingkuhan
“Ini bukan mengenai rebutan anak. Mungkin yang paling saya takuti itu ibu-ibu pada benci sama saya,” ucap Baim penuh emosi usai sidang. “Saya paling benci kalau ada orang yang enggak ngizinin ibu ketemu anaknya. Itu saya benci banget.”
Baim menegaskan, selama proses perceraian, ia tidak pernah berniat mengambil alih sepenuhnya hak pengasuhan.
Ia justru menginginkan sistem pengasuhan bersama dan meminta Paula untuk tidak melanjutkan ke tahap banding.
“Saya bilang enggak usah, banding buat apa? Saya akan kasih hak asuh anak buat kita berdua. Kasihan anak-anak,” tuturnya.
Keputusan hakim akhirnya menetapkan sistem pengasuhan bersama dengan pola dua minggu bergilir. Artinya, anak-anak akan tinggal bergantian selama dua minggu bersama masing-masing orang tua.
Baca Juga: Paula Verhoeven Lebaran Bareng Anak Meski Hanya 2 Jam, Singkat tapi Sangat Berarti
“Majelis hakim menetapkan hak asuh dua anak ini diasuh secara bersama,” kata Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Suryana.
Menurut Suryana, Paula sempat mengajukan sistem pengasuhan enam bulan bergantian.
Namun, hakim menilai sistem dua mingguan lebih sesuai agar anak tetap dekat secara emosional dengan kedua orang tua.
“Ada kecenderungan antara pemohon dan termohon untuk mengasuh bersama. Tapi termohon sempat mengusulkan 6 bulan pertama diasuh dirinya, lalu 6 bulan berikutnya oleh pemohon,” jelasnya.
Meski keputusan telah dibuat, Baim mengaku masih berat menghadapi persepsi publik.