Ketua Perpani Kabupaten Bengkalis Dydes Dirgantara juga sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Pengurus Perpani demisioner yang juga maju menjadi calon ketua Pengprov Riau pada Musprov Perpani Riau tahun ini.
Dydes menyayangkan tuduhan yang disampaikan pengurus demisioner kepada Pengurus Besar Perpani telah ikut campur/cawe-cawe pada Musprov Perpani ini.
"Ini kan sebuah tuduhan yang sangat tendensius dan dapat dikatakan menyebarkan berita hoax tanpa data yang jelas kepada pengurus provinsi yang ada diseluruh Indonesia melalui surat nomor : 45/Perpani-Riau/VIII/2023 Perihal : Campur tangan oknum pengurus PB Perpani pada Musprov Perpani Riau. Tentu saja surat ini saya rasa menodai nama baik organisasi tertinggi di panahan indonesia yaitu PB Perpani."
Tokoh ternama dikalangan panahan Indonesia yang juga merupakan delegasi peserta dari Perpani Kota Pekanbaru yaitu Coach Muslim juga ikut bersuara melihat kejanggalan yang terjadi selama jalannya Musprov Perpani tahun ini.
"Melihat jalannya Musprov Perpani tahun ini, saya rasa wajar kalau teman-teman dari 6 (enam) pengurus Kabupaten/Kota mengambil keputusan Walk Out dari Musprov tersebut. Hal ini (kejanggalan) juga saya rasakan yang semestinya tidak terjadi.
Dengan walk out nya 6 pengurus Pengkab/Pengkot Perpani di Riau ini seyogyanya Musprov Perpani Riau tidak sah atau cacat administrasi untuk dilanjutkan karena tidak dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari peserta pemilik hak suara yang diundang.
"Selanjutnya kami akan mengirimkan surat dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Koni Riau dan PB Perpani untuk menindaklanjuti seluruh kejanggalan yang telah terjadi selama Musprov Perpani Riau 2023 ini", demikian disampaikan Andi yang merupakan Pengurus Perpani Kab. Kepulauan Meranti.
Dirinya berharap PB Perpani dan KONI Provinsi Riau dapat segera mengambil sikap tegas agar tidak ada lagi unsur-unsur politisasi didalam tubuh olahraga panahan Riau.
Andi juga berharap laporan keuangan Perpani Riau periode 2019-2023 dapat disampaikan secara jelas peruntukannya didepan 12 Pengkab/Pengkot Perpani di Riau.
Mengamini pernyataan Andi tersebut, Ketua Perpani Kota Pekanbaru Yudha menilai surat dari calon petahana yang telah dilayangkan ke seluruh Indonesia tersebut sangat memalukan insan panahan Riau serta merugikan calon lainnya. Dan jika terhadap hal ini tidak dilakukan pemanggilan melalui PB Perpani maupun KONI provinsi, surat tersebut juga dapat menjadi penyalahgunaan wewenang dan jabatannya selaku calon petahana didalam tubuh organisasi olahraga panahan Riau.
Oleh karena itu mewakili 6 Pengkab & Pengkot Perpani yang melakukan aksi Walk Out tersebut Yudha menyatakan pihaknya berencana akan membuat laporan secara resmi kepada pihak berwajib agar dapat diproses hukum sebagainya mestinya. ***