Gubernur Riau Syamsuar Kumpulkan Kades se-Riau, Pengamat: Kasihan Sama Kepala Desa yang Jauh

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Rabu, 1 November 2023 | 09:09 WIB
Pengamat Politik Pemerintahan, Dr Rawa El Amady.
Pengamat Politik Pemerintahan, Dr Rawa El Amady.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Pengamat sosial dan pemerintahan Riau, Dr Rawa El Amady, mengkritik program Pemerintah Provinsi Riau, yang tidak melihat kondisi psikologis kepala desa, karena memaksakan agenda Rapat Koordinasi Provinsi Kepala desa se-Riau, di akhir tahun anggaran 2023.

Dikatakan Rawa El Amady, harusnya secara tata pemerintahan, Pemprov Riau atau Gubernur paham. Bahwa dalam UU desa disebutkan, yang terhubung langsung itu, adalah koordinasi pemerintah tingkat labupaten dan kota, bukan Provinsi.

Ditambahkan Dosen Pascasarjana Universitas Riau ini, jika Syamsuar ingin melakukan evaluasi di tingkat desa, Pemprov cukup mengundang rapat dinas di kabupaten kota yang bertugas mengkoordinir kepala desa, sehingga pola pembinaan menjadi berjenjang.

Baca Juga: Syamsuar Kumpulkan Kades se-Riau, Eddy Yatim: Kalau Cuma Seremoni, Rapat Online Sajalah

"Untuk apa Pemprov Riau mengundang 1600-an kepala desa ke Pekanbaru. Karakteristik desa di Riau ini macam-macam, jarah tempuh yang jauh, medannya kurang baik. Kan kasihan kepala desa itu, hanya dalam agenda seremonial, diundang datang dalam satu hari, kemudian besoknya dipulangkan. Kasihan kita, apalagi ini mau mendekati masa akhir tahun anggaran. Kepala desa pun sudah harus memantau penyusunan laporan keuangan akhir tahun," Ucap Rawa.

Pengamat sosiologi, yang lama berkecimpung di dunia NGO ini, mentenggarai, jangan jangan Rakorprov desa se Riau ini, dibalut dalam agenda politik jelang pemilu.

"Saya pikir, kita tidak sependapat, jika spirit murni kepala desa untuk membangun desa, justru kita campur adukkan dalam agenda kepentingan politik sang kepala daerah, hanya untuk mencaleg. Berapa miliar dana yang harus dihabiskan di hotel-hotel, hanya untuk agenda seni budaya pertunjukkan dan seremonial, dalam rangka dua hari sahaja," ucap Rawa.

Ditegaskan Dr Rawa, bayangkan, jika dana itu digunakan Pemerintah Provinsi untuk mensupport pendidikan PAUD di desa, berapa banyak, anak anak berpendidikan rendah dapat tersenyum.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X