RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU – Sekretaris Generasi Muda Puja Kesuma Riau, Agung Wahyudi, angkat bicara soal maraknya fitnah yang ditujukan kepada Gubernur Riau, Abdul Wahid. Menurutnya, serangan fitnah yang bersifat pembunuhan karakter ini sangat disayangkan, apalagi dilakukan di tengah situasi Riau yang sedang menghadapi tantangan berat.
Agung menegaskan, Abdul Wahid bukan sekadar pemimpin formal, tetapi juga seorang tokoh adat. Gelar Datuk Seri Setia Amanah yang disematkan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bukanlah gelar sembarangan, melainkan pengakuan atas marwah, dedikasi, serta kepemimpinannya.
“Fitnah itu bukan budaya Melayu. Orang Melayu diajarkan santun, menegur dengan cara yang baik, bukan merusak marwah dengan fitnah. Apalagi kepada seorang pemimpin yang sudah diberikan gelar adat tertinggi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi. “Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarkan kabar bohong. Mari kita jaga Riau dengan kedamaian, mari kita hormati pemimpin kita, sekaligus menjaga marwah adat yang kita banggakan.”
Agung menambahkan, pihaknya bersama generasi muda Puja Kesuma siap berdiri di garda depan untuk meredam isu-isu yang hanya memecah belah masyarakat. “Mari kita dukung langkah Gubernur Abdul Wahid dalam membenahi Riau. Kritik itu boleh, tapi harus dengan cara yang bermartabat,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Kalahkan Bima Nusa 1-0, RSC Pastikan Lolos ke Babak 8 Besar Piala Gubernur Riau U18
Jangan Asal Pakai, 4 Kandungan Skincare Ini Bisa Bikin Kulit Sensitif Meradang
Resmi Jadi Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo Dapat Mandat Kawal Satgas Pangan hingga GPM
Micin vs Garam, Mana yang Lebih Aman untuk Kesehatan Tubuh?
Ingin Kaya Halal? Kenali Instrumen Investasi Syariah yang Sedang Tren
4 Bandar Narkoba 73 Kg di Siak Divonis Mati
Tak Punya Biaya Sewa Ambulans, Keluarga Ini Pilih Pulangkan Jenazah Naik Becak Motor
Viral Postingan Wanita yang Dikawal Polisi saat Hendak Nonton Konser, Diduga Perempuan Simpanan Pejabat
Digigit Ular Berbisa, Turis Mesir Diduga Minta Ganti Rugi Rp28,4 M ke Hotel Novotel Lombok
Mobil SUV China Li Auto i8 Dihujat Gara-Gara Uji Tabrakan dengan Truk Dongfeng, Jadi Kontroversi?