RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo, menitipkan tiga hal untuk ditekankan dalam pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Musywil) Provinsi Riau, yang ke-17.
Disampaikan Najih Prastiyo, ada tiga hal yang perlu diperbaharui dalam momentum Musywil ini.
Yang pertama, jelas Najih Prastiyo, adalah memperbaharui semangat, karena semangat kader dalam momentum Musywil, jauh berbeda dengan momentum lain. Ditambah lagi, jumlah peserta lebih banyak.
Baca Juga: Musywil Pemuda Muhammadiyah Riau, Firdaus Minta Program Kaderisasi Harus Ditingkatkan
Kemudian, memperbaharui ukhuwah, karena dalam momentum Musywil, semua tokoh Muhammadiyah berkumpul, terutama perwakilan pemuda Muhammadiyah dari berbagai daerah.
"Momentum Muyswil juga memungkinkan kita bertemu dan bersapa dengan pemegang kebijakan, misalnya ada Pak Sekdaprov disini, ada Pj Wali Kota, dan ada tokoh kita lainnya," ujar Najih Prastiyo, Sabtu (25/11/2023).
Dan yang terakhir, memperbaharui wawasan dan pemikiran. Sebab, momentum Musywil, membuat para pengurus Pemuda Muhammadiyah dipaksa merumuskan konsep bagaimana menjalankan organisasi ini satu periode kedepan.
Baca Juga: Lanjutkan Semangat Fastabiqul Khairat, Pemuda Muhammadiyah Riau Gelar Pra Musywil, Ini Nama Calon Formaturnya
Lebih jauh dari itu, Najih Prastiyo, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Muktamar di Balikpapan beberapa waktu lalu, ada tiga parameter yang wajib dimiliki kader Pemuda Muhammadiyah.
"Ada empat pilar yang harus diimplementasikan oleh Pemuda Muhammadiyah agar menjadi pemuda yang negarawan yakni islam berkemajuan, keilmuan, politik kebangsaan dan sosiopreuner," ujarnya.
Parameter pertama adalah etikabilitas. Etika merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki kader Muhammadiyah, karena kedatangan Nabi Muhammad SAW tidak sekedar membawa agama Islam, melainkan juga memperbaiki akhlak manusia.
Baca Juga: Jaga Nama Baik di Pemilu 2024, Kader Muhammadiyah Dilarang Bawa-bawa Nama Simbol Organisasi
"Ini yang perlu kita implementasikan, dan ini mutlak dimiliki oleh semua pemuda Muhammadiyah," katanya.
Kedua, ada parameter intelektualitas. Semangat Fastabiqul Khairat yang selama ini menjadi spirit pergerakan Muhammadiyah adalah sesuatu yang wajib. Tapi fastabiqul khairat tidak bisa dimaknai hanya sebatas ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan saja.
Karena dalam surah Al-Baqarah, ayat 148, perintah untuk berfastabiqul khairat tidak serta merta muncul begitu, tapi ada kalimat yang menjelaskan tentang pedoman dan aturan.
"Artinya, kita harus tahu dulu, kebaikan seperti apa yang kita lomba kan, kalau kita tidak tahu pedoman ini, bagaimana kita mau berfastabiqul khairat. Maka, perlu dikedepankan intelektualitas , kalau kita sudah tahu, mudah bagi kita untuk berlomba dalam kebaikan," jelasnya.
Parameter selanjutnya adalah elektabilitas. Artinya, selain harus punya moral yang bagus dan punya kecerdasan, kader pemuda muhammadiyah juga harus punya elektabilitas.***
Artikel Terkait
Lirik lagu Kasmaran Sewindu - Mini Mili
Anies Baswedan Bersyukur Akhirnya JIS Bisa Terpakai di Era Erick Thohir
200 Pedagang Pasar Bawah Pindah ke TPS di Pelabuhan Pelindo
Forsesdasi Komwil Kabupaten Kota Se-Provinsi Resmi Dikukuhkan
Rundown Konser NDX A.K.A dan Guyon Waton di Festival Koplo Indonesia Vol 2 Pekanbaru
Sekdaprov Riau Optimis Pembangunan Jembatan Sei Pakning - Bengkalis Terwujud
Spoiler Ending Story of Kunning Palace: Bai Lu dan Zhang Linghe Akhirnya Menikah dan Punya Anak Kembar, Penonton Puas!
Indra Pomi Nasution Jadi Ketua Forsesdasi Komwil Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau
Musywil Pemuda Muhammadiyah Riau, Firdaus Minta Program Kaderisasi Harus Ditingkatkan
Nominasi Music Core Tunjukkan Pertarungan Sengit 3 Lagu Girl Grup Papan Atas KPop! Red Velvet 'Chill Kill' Akhirnya Keluar Jadi Pemenang