Tegaskan Syamsuar Adalah Komandan Lapangan Golkar di Riau, Maman Abdurrahman: Jangan Terjebak Romantisme Masa Lalu

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Minggu, 26 November 2023 | 20:13 WIB
Dari kiri : Ketua DPD Golkar Riau, Syamsuar, Kepala Bapilu Golkar, Maman Abdurrahman, dan Kepala Bappilu Golkar Riau, Nasarudin.
Dari kiri : Ketua DPD Golkar Riau, Syamsuar, Kepala Bapilu Golkar, Maman Abdurrahman, dan Kepala Bappilu Golkar Riau, Nasarudin.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Golkar, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa komandan lapangan di Provinsi Riau adalah Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau, Syamsuar.

"Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, Pak Syamsuar adalah komandan lapangan Riau hari ini. Maju atau tidaknya Golkar di Riau, penanggungjawabnya adalah beliau," ujar Maman Abdurrahman, Minggu (26/11/2023).

Artinya, kata Maman Abdurrahman, semua kader Golkar yang ada di Riau wajib mengikuti komando dan arahan dari Syamsuar.

Baca Juga: Kembalikan Kejayaan Partai Golkar di Riau, Kader Wajib Hilangkan Rasa Superioritas

Sebab, jika ada dua matahari di dalam satu organisasi, maka akan berdampak pada perjalanan organisasi tersebut.

Selain itu, Maman Abdurrahman mengimbau para kader untuk mulai turun ke bawah, supaya perolehan suara Golkar meningkat di Pemilu 2024.

Dia menilai, selama ini, kader Golkar di Riau merasa 'keenakan', karena Golkar menjadi partai pemenang di Riau.

Baca Juga: Diberi Mandat Maju Jadi Bupati Bengkalis, Syahrial Siap Jalankan Tugas dari Partai Golkar

Hal ini menurut dia kurang baik untuk keberlangsung partai, di masa yang akan datang, karena berpotensi membuat kader terjebak dalam zona nyaman.

"Saya di Kalimantan Barat, itu basisnya partai lain. Tapi Alhamdulillah saya bisa meningkatkan elektabilitas partai, kenapa? Karena kami berangkat dari rasa tidak nyaman," katanya.

"Untuk itu, kita harus memikirkan, bagaimana menciptakan semangat kebersamaan, dan 14 Februari kita kembalikan kejayaan Golkar di Riau. Jangan terjebak romantisme masa lalu. Kuncinya, turun ke masyarakat," tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X