Jangan Sampai Seperti Rupat, Andika Putra Kenedi Ingatkan Pejabat di Bengkalis Tidak Cawe-cawe Politik

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Jumat, 22 Desember 2023 | 16:43 WIB
Ketua KNPI Bengkalis, Andika Putra Kenedi.
Ketua KNPI Bengkalis, Andika Putra Kenedi.

RIAUMAKMUR.COM,  PEKANBARU- Tokoh Muda Kabupaten Bengkalis yang juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bengkalis, Andika Putra Kenedi, angkat bicara terkait hiruk pikuk demokrasi di Bengkalis, yang diduga banyak intervensi dan intimidasi.

Dikatakan Andika Putra Kenedi, semua pihak, terutama aparatur pemerintahan, mulai dari Pjs Kepala Desa hingga Camat, mestinya menjaga kondusifitas daerah di Pemilu 2024 ini.

"Berikan kebebasan demokrasi kepada masyarakat, biarkan mereka memilih siapa yang berhak mewakili mereka, supaya kebutuhan mereka bisa diperjuangkan lewat wakil mereka di lembaga ," ujar Andika Putra Kenedi, Jumat (22/12/2023).

Baca Juga: Polemik Internal DPRD Bengkalis, KNPI: Mereka Ngerti Gak Apa Itu Mosi Tidak Percaya?


Masyarakat pada umumnya, apalagi kalangan anak muda, jelas Andika Putra Kenedi, sudah mulai menyadari pentingnya kehadiran wakil rakyat, untuk menjawab berbagai persoalan berkaitan dengan nasib mereka.

"Jadi, biarkanlah masyarakat yang menentukan, jangan ada intervensi, mereka punya penilaian pribadi. Kalau senang dengan si A, ya pilih, kalau tak senang, ya pilih yang lain, pilihan kan banyak. Yang penting jangan ada intervensi, apalagi intimidasi," tuturnya.

Andika Putra Kenedi yang juga merupakan Caleg DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Batin Solapan ini, mengakui bahwa memang ada laporan dari masyarakat terkait intervensi dan intimidasi politik ini.

Baca Juga: Berkaca dari Kasus di Rupat dan Siak, Bawaslu Pekanbaru Pastikan Awasi Netralitas ASN


"Kalau yang melapor, betul, ada memang. Makanya, dari sekarang kita ingatkan ke semua pihak, jangan coba-coba intimidasi dan intervensi masyarakat, atau istilahnya cawe-cawe, karena kita khawatir masyarakat marah, dan terjadi seperti yang di Rupat," ulasnya.

Baca Juga: Camat di Rupat Kena Demo Karena Cawe-cawe Politik, Hardianto: Kekuasaan Untuk Mengurus Rakyat, Bukan Memaksa Rakyat


Sebagaimana diketahui, ratusan masyarakat Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Camat Rupat, Rabu (20/12/2023).

Aksi demonstrasi ini dilakukan karena masyarakat yang tidak tahan lagi, dengan cawe-cawe atau intervensi camat di Pemilu 2024.

Baca Juga: Hardianto Ajak Masyarakat Jauhi Politik Uang dan Jangan Takut Intervensi, Apresiasi Kinerja Kapolda Riau

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Fadlan Hafis mengatakan, pihaknya menerima banyak sekali keluhan masyarakat terkait intervensi camat.

Menurut dia, berdasarkan laporan dari masyarakat, bentuk intervensi ini banyak ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama kalangan guru.

Intervensi ini dilakukan kepada masyarakat umum maupun kepada ASN. Jika ASN, ada ancaman mutasi, dan ancaman ini sudah banyak terbukti.

Baca Juga: Berpengaruh Kepada Pemenangan AMIN, Markarius Anwar Minta PKB dan Nasdem Selesaikan Dinamika Politik di Bengkalis


"Guru yang seharusnya bertugas menjadi pendidik, dipaksa menjadi 'alat politik', diminta menjadi tim sukses, bahkan sudah ada yang dimutasi ke tempat jauh, hanya karena memiliki pilihan politik lain," jelasnya, Rabu (20/12/2023).

Sedangkan untuk masyarakat umum, ada ancaman bahwa bantuan sosial akan dihentikan. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X