RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Tokoh Muda Kabupaten Bengkalis yang juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bengkalis, Andika Putra Kenedi, angkat bicara terkait hiruk pikuk demokrasi di Bengkalis, yang diduga banyak intervensi dan intimidasi.
Dikatakan Andika Putra Kenedi, semua pihak, terutama aparatur pemerintahan, mulai dari Pjs Kepala Desa hingga Camat, mestinya menjaga kondusifitas daerah di Pemilu 2024 ini.
"Berikan kebebasan demokrasi kepada masyarakat, biarkan mereka memilih siapa yang berhak mewakili mereka, supaya kebutuhan mereka bisa diperjuangkan lewat wakil mereka di lembaga ," ujar Andika Putra Kenedi, Jumat (22/12/2023).
Baca Juga: Polemik Internal DPRD Bengkalis, KNPI: Mereka Ngerti Gak Apa Itu Mosi Tidak Percaya?
Masyarakat pada umumnya, apalagi kalangan anak muda, jelas Andika Putra Kenedi, sudah mulai menyadari pentingnya kehadiran wakil rakyat, untuk menjawab berbagai persoalan berkaitan dengan nasib mereka.
"Jadi, biarkanlah masyarakat yang menentukan, jangan ada intervensi, mereka punya penilaian pribadi. Kalau senang dengan si A, ya pilih, kalau tak senang, ya pilih yang lain, pilihan kan banyak. Yang penting jangan ada intervensi, apalagi intimidasi," tuturnya.
Andika Putra Kenedi yang juga merupakan Caleg DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Batin Solapan ini, mengakui bahwa memang ada laporan dari masyarakat terkait intervensi dan intimidasi politik ini.
Baca Juga: Berkaca dari Kasus di Rupat dan Siak, Bawaslu Pekanbaru Pastikan Awasi Netralitas ASN
"Kalau yang melapor, betul, ada memang. Makanya, dari sekarang kita ingatkan ke semua pihak, jangan coba-coba intimidasi dan intervensi masyarakat, atau istilahnya cawe-cawe, karena kita khawatir masyarakat marah, dan terjadi seperti yang di Rupat," ulasnya.
Sebagaimana diketahui, ratusan masyarakat Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Camat Rupat, Rabu (20/12/2023).
Aksi demonstrasi ini dilakukan karena masyarakat yang tidak tahan lagi, dengan cawe-cawe atau intervensi camat di Pemilu 2024.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Fadlan Hafis mengatakan, pihaknya menerima banyak sekali keluhan masyarakat terkait intervensi camat.
Menurut dia, berdasarkan laporan dari masyarakat, bentuk intervensi ini banyak ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama kalangan guru.
Intervensi ini dilakukan kepada masyarakat umum maupun kepada ASN. Jika ASN, ada ancaman mutasi, dan ancaman ini sudah banyak terbukti.
"Guru yang seharusnya bertugas menjadi pendidik, dipaksa menjadi 'alat politik', diminta menjadi tim sukses, bahkan sudah ada yang dimutasi ke tempat jauh, hanya karena memiliki pilihan politik lain," jelasnya, Rabu (20/12/2023).
Sedangkan untuk masyarakat umum, ada ancaman bahwa bantuan sosial akan dihentikan. ***
Artikel Terkait
Lirik Lagu Sekilas di Air Yang Tenang, Mekar di Jiwa - X-Ray
Lirik Lagu Ini Gambaran Kita Suatu Hati Nanti, Nanti Kita Seperti Ini - Batas Senja
Lirik Lagu Kudu Sabar Ikhlas Nerimo, Dongaku Nggo Kowe - Sleman Receh
Lirik Lagu Bilang Pada Mereka, Mengapa - Rony Parulian
Pj Bupati Batang Ajak Dolan Bareng Anak Thalassemia di Safari Beach Jateng
Camat di Rupat Kena Demo Karena "Cawe-cawe" Politik, Hardianto: Kekuasaan Untuk Mengurus Rakyat, Bukan Memaksa Rakyat
Hardianto Ajak Masyarakat Jauhi Politik Uang dan Jangan Takut Intervensi, Apresiasi Kinerja Kapolda Riau
Tempat Pembuangan Sampah Longsor di Payakumbuh, Buat Sejumlah Daerah Terutama Bukittinggi Pusing
OP Sebut Karina aespa dan Sung Hanbin ZEROBASEONEĀ Berkencan Cuma Gara-Gara Ini, Knetz Langsung Beri Bantahan Telak
Esther Yu dan Lin Yi Dikonfirmasi Bintangi Drama Modern 'Shh The King is Hibernating', Begini Sinopsisnya...