RIAUMAKMUR.COM - Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, meminta Menkopolhukam, Mahfud MD, untuk segera mundur dari jabatannya.
Hal tersebut disampaikan Teddy Gusnaidi di akun X nya, @TeddGus , Kamis (25/1/2024), dengan menyertakan cuplikan berita tentang pendapat Presiden Jokowi terkait rencana Mahfud MD yang ingin mundur.
Adapun dalam cuplikan berita yang diposting Teddy Gusnaidi, Presiden Jokowi mengaku tak mempermasalahkan Mahfud MD, yang ingin mundur, karena itu hak Mahfud MD yang kini maju sebagai Cawapres Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Musuh Dalam Selimut Terkait Kerjasama Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, Teddy Gusnaidi Paparkan Bukti Ini
"Pak @mohmahfudmd, anda sudah dipersilahkan mundur oleh Pak Jokowi. Kalau masih bertahan juga, fix anda tidak punya malu lagi." ujarnya.
Sebab, kata Teddy Gusnaidi, keberadaan Mahfud MD di dalam kabinet juga tidak terlalu berpengaruh, karena tidak punya prestasi, malah menambah sensasi.
"Toh keberadaan anda di kabinet sama seperti ketiadaannya anda. Wujuduhu Ka'adamihi. Minus Prestasi full Sensasi.. minggu ini ya pak." sambungnya.
Baca Juga: Pertanyaan Cawapres Nomor Urut 2 Gibran Soal Greenflation, Ini Maknanya dan Apakah Jawaban Mahfud MD Tepat
Sebelumnya, Cawapres nomor urut 3 Mahfud Md berencana mundur dari jabatan Menteri Koordinator bidang Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam). Pernyataan Mahfud itu pun direspons Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Mulanya, Mahfud Md buka suara soal isu mundurnya dia dari posisi Menko Polhukam. Mahfud mengaku sudah berencana mundur sejak debat pertama Pilpres 2024.
"Saya merencanakan mengundurkan diri itu sebenarnya sudah lama ketika akan mulai debat pertama," kata Mahfud di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/1/2024) malam, dalam acara 'Tabrak Prof Mahfud'.
Salah satu alasan Mahfud ingin mundur dari Menko Polhukam adalah agar bisa leluasa membuka data dan menyampaikan kritik kepada pemerintahan.
"Agar lebih leluasa membuka data sebenarnya sehingga lebih etis jika saya membaca data-data itu jika saya tidak di pemerintahan," ujarnya.
Pertimbangan lainnya adalah mengenai etikanya terhadap Presiden Jokowi. Dia mengatakan diangkat secara terhormat dan penuh kepercayaan oleh Jokowi menjadi Menko Polhukam.
Baca Juga: Hadir di Harlah PPP, Ustaz Suwandi Pimpin Doa Istighosah, Sebut Pemenangan Ganjar Mahfud Sebagai Ladang Amal
"Tetapi, pada waktu itu ada beberapa pertimbangan, pertimbangannya adalah perlu etika saya kepada Pak Jokowi. Saya dulu diangkat oleh beliau dengan sangat terhormat dengan penuh kepercayaan kepada beliau sebagai presiden rakyat dan saya harus mempersiapkan masa transisi baik-baik. Karena saya akan bersama calon presiden lain namanya Pak Ganjar Pranowo" ujarnya.***
Artikel Terkait
Vietnam Tidak Beruntung di Piala Asia 2023, Berakhir Tanpa Meraih Poin, Federasi Minta Pelatih Waspadai Indonesia di laga berikutnya Maret 2024
Vietnam Tidak Lagi Jadi Raja Sepakbola Asia Tenggara, Peringkat FIFA Merosot ke Posisi Dibawah Thailand Karena Hasil Piala Asia 2023
Tim VR46 Racing Luncurkan Warna Livery, Didominasi Warna Kuning Neon Valentino Rossi, Ada Warna Merah Putih Representasi Pertamina Enduro
Ajaib, Mobil Hantam Jalan Berlubang, Jenazah Dibawa Hidup Kembali di India
Tsamara Amany Bela Gibran Rakabuming Soal Etika, Ini Profilnya, Masih Muda dan Punya Suami Seorang Profesor
Persoalan dengan Mantan Karyawan Menyeret-nyeret nama Anggota Dewan, Pihak SPBU di Dumai Langsung Membantah
Bersinar di Paris, Visual Aktris Han Sohee Trending Dimana-Mana! Knetz: Auranya Luar Biasa
Lama Ditunggu, Drama Romansa Modern Sweet Trap dan Amidst a Snowstorm of Love Akhirnya Umumkan Jadwal Tayang
Menang Rubber Game Dari Pasangan Malaysia, Rehan/Lisa Jadi Wakil Indonesia Pertama ke Perempat Final Indonesia Masters 2024
Taufik Arrakhman Ajak Masyarakat Salurkan Hak Pilih, Ambil Contoh Kisah Burung Pipit dan Nabi Ibrahim AS