Mardianto Manan: Jual Beli Suara Adalah Bentuk Penghinaan kepada Masyarakat

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Selasa, 30 Januari 2024 | 18:57 WIB
Anggota Komisi I DPRD Riau, Dr Mardianto Manan.
Anggota Komisi I DPRD Riau, Dr Mardianto Manan.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Anggota Komisi I DPRD Riau, Dr Mardianto Manan, mengimbau masyarakat untuk menghindari transaksi jual beli suara di Pemilu 2024.

Yang perlu diketahui masyarakat, kata Mardianto Manan, budaya jual beli suara adalah bentuk penghinaan kepada masyarakat.

"Caleg-caleg yang mengandalkan uang itu, mereka berpikir bahwa orang miskin isi kepalanya hanya uang, dalam pandangan mereka, orang miskin tidak mampu menelaah dan berpikir, makanya kasih saja Rp50.000 selesai urusan. Tanpa disadari, kalau kita menerima serangan fajar, jual beli suara seperti itu, kita sedang dihina di depan muka. Apa kita tidak tersinggung digitukan?" kata Mardianto Manan, Selasa (30/1/2024).

Baca Juga: Ada Dugaan 'Nama Pelengkap' dalam Usulan Calon Pj Gubernur Riau dari DPRD Riau, Mardianto Manan: Rektor tak Penuhi Syarat


Ketika caleg yang menyuap masyarakat itu menang saat Pemilu, Mardianto melanjutkan, maka ia tidak akan menjalankan kewajibannya untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

"Kenapa? Karena dia merasa utangnya sudah lunas ketika memberi Rp50.000 tadi. Jadi saat dia jadi anggota dewan, ada dana pokir, datang masyarakat minta dibangunkan jembatan, rumah layak huni, dan lain sebagainya, si anggota dewan bisa mengatakan 'loh untuk apa? Kan dulu sudah saya bayar Rp50.000 untuk anda, urusan kita sudah selesai'," pungkasnya.

Mardianto mengaku bahwa ia sering dikritik oleh oknum-oknum yang melakukan politik uang.

Baca Juga: Sudah Mundur Tapi Masih Dinas ke Luar Negeri, Mardianto Manan Bandingkan Syamsuar dan Andi Rachman

Oknum tersebut, kata Mardianto, menganggap anggota dewan tidak perlu turun ke daerah-daerah dan tidak perlu menampung aspirasi masyarakat.

"Dia bilang sama saya simpan saja uang itu untuk diberi ke masyarakat jelang Pemilu. 'Orang miskin untuk apa ditanya kebutuhannya, kasih aja uang nanti dipilih juga kok'. Makanya saya sarankan kalau nanti ada caleg yang kasih uang, kalau perlu lempar, usir. Enak saja kita dihina," tuturnya.

Jika masyarakat menormalisasi politik uang dan mau memilih caleg yang menyuapnya, Mardianto menambahkan, garis kemiskinan dan ketimpangan sosial akan terus terjadi.

Baca Juga: Pembahasan APBD Perubahan 2023 Riau, Mardianto: Tak Ada Rasionalisasi

"Maka dari itu saya meminta kepada masyakarat, jangan mau dihina. Kenali dan pelajari siapa caleg itu. Kalau ada caleg atau anggota dewan tak pernah sekalipun turun lalu tiba-tiba datang beri uang, itu tandanya dia tidak akan pernah memperhatikan kita ketika dia menang," tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X