Golkar Tunjuk Mantan Kader Partai Hanura Jadi Pimpinan DPRD Riau, Kader: Ini Preseden Buruk, dan Bisa Lahirkan 'Kutu Loncat' di Masa Depan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Sabtu, 28 September 2024 | 15:31 WIB
Fungsionaris Partai Golkar Bengkalis, Putra.
Fungsionaris Partai Golkar Bengkalis, Putra.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Fungsionaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkalis, Putra, mengaku sangat menyayangkan sikap DPP Partai Golkar, yang menunjuk H Parisman Ihwan, sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau.

Dikatakan Putra, berdasarkan surat tertanggal 27 Agustus 2024, DPD Golkar Riau mengirimkan tiga nama, yakni H Indra Gunawan Eet (Sekretaris DPD Golkar Riau, H Parisman Ihwan (Wakil Ketua DPD Golkar Riau), dan Evi Juliana (Wakil Ketua DPD Golkar Riau).

Pengiriman tiga nama ini tentunya merujuk sesuai mekanisme kepartaian, dimana DPD harus mengusukkan tiga nama.


Dilanjutkan Putra, dari tiga nama itu, DPP Partai Golkar malah menunjuk H Parisman Ihwan sebagai Wakil Ketua DPRD Riau, bukan Indra Gunawan Eet, yang rekam jejak kepartaiannya jauh lebih unggul.

"Apalagi yang ditunjuk adalah Parisman Ihwan, yang kita ketahui pernah jadi kader Partai Hanura, dan maju di Pileg DPRD Riau Dapil Rokan Hilir - Rokan Hulu tahun 2009," ujarnya, Sabtu (28/9/2024).

Pada prinsipnya, lanjut Poetra, dia tidak pernah punya persoalan pribadi dengan siapapun. Namun, usulan DPD Golkar Riau yang memasukkan nama H Parisman Ihwan cukup mengecewakan.

Karena, DPD Golkar Riau tidak memprioritaskan kader yang sudah berproses bertahun-tahun.

"Hal ini perlu kami sampaikan, karena berangkat dari perasaan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap partai ini. Seharusnya DPD Partai Golkar Provinsi Riau memperhatikan jejak rekam kaderisasi, terutama para anggota dewan yang sudah berkarir mulai dari DPRD Kabupaten/kota, provinsi, atau bahkan DPR RI," tambahnya.

Menurut Putra, situasi seperti ini harus menjadi perhatian karena ini bisa menjadi preseden buruk kedepannya bagi kader Golkar, terutama kader-kader yang masih muda.

"Bisa jadi kedepan tak perlu berproses dari bawah, cukup menjadi 'kutu loncat', lalu kemudian melakukan manuver untuk menduduki posisi di pemerintahan dari tubuh partai ini," ujarnya.

"Bayangkan dari 10 anggota DPRD terpilih, banyak anggota dewan yang merupakan kader partai Golkar yang berproses dari bawah sebagai Kader Golkar kemudian skrg menduduki posisi DPRD Provinsi Riau. Maka dengan ini merasa sangat kecewa sikap DPD Partai Golkar Provinsi Riau yang mengusulkan salah satu nama kepada DPP Partai Golkar yang sebelumnya pernah menjadi Kader dan Caleg dari Partai lain," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X