Oleh Agung Marsudi
DURI INSTITUTE
Hitung Mundur Pilkada Bengkalis 2024
PILKADA Bengkalis edisi ini adalah anomali. Dinamika politiknya dipenuhi dengan setumpuk partai politik yang sedang mengantuk, pura buta, pura tuli melihat politik dinasti.
Jika semua partai politik peraih kursi di DPRD Bengkalis, hanya mencari aman, lalu menyodorkan kertas putih rekomendasi, dan diberikan kepada petahana (KBS). Maka demokrasi kita murni transaksional, partai dibeli, dikumpulkan, sebagian "dijinakkan".
Hitung mundur Pilkada Bengkalis 2024 menyisakan 21 hari, jika dikurangi 3 hari masa tenang, nyaris kedua pasangan hanya menyisakan 18 hari efektif. Kerja-kerja politik makin dipicu, dipacu. Logistik seperti keringat, makin terkuras.
Pasca debat publik pertama calon bupati dan wakil bupati, Ahad (3/11/2024) suhu politik terasa memanas, tawaran program 100 juta per RT dan seragam gratis SD-SMP, dari pasangan Syahrial-Andika (SANDI), mulai mengganggu konsentrasi kubu KBS.
Jika intensitas gangguan makin meninggi, bukan tidak mungkin melahirkan frustasi politik. Sebab program kucuran 100 juta per RT ini bisa dinikmati oleh siapapun, termasuk para RT yang selama ini "berafiliasi" ke kubu KBS.
Bisa dibayangkan jika relawan SANDI berani memasang baliho atau APK di sekitar pintu masuk kantor-kantor desa dan kelurahan di seantero kabupaten Bengkalis.
Pilkada edisi tahun ini kondisi kabupaten Bengkalis tidak sedang baik-baik saja, persoalan serapan anggaran yang rendah, gaji para honorer yang telah berbulan-bulan tak diberikan, kaki-kaki intimidasi menggurita di segala lini.
Praktik politik dinasti seperti fenomena gunung es, jika dibiarkan akan menjadi gelombang sosial yang membahayakan. Pak Harto yang sudah berkuasa 32 tahun saja bisa ditumbangkan oleh gerakan reformasi.
Ini hanya pemerintahan lokal yang berusia mekanisme lima tahunan. Kesadaran masyarakat yang diiringi arus kekecewaan akan melahirkan gelombak ombak yang menakutkan.
Bengkalis dilanjutkan atau diganti, ada di genggaman warganya. Hanya ada dua pilihan. Gerakan Anti Politik Dinasti adalah sebuah keniscayaan, sebab Bengkalis milik kita semua. Bengkalis bukan milik satu keluarga saja, yang bisa berbuat apa saja, semaunya.
Rabu, 6 November 2024
Artikel Terkait
Tim Verifikasi Jatim Kunjungi Lokasi Implementasi Program Kota Mojokerto Sehat
Kota Jambi Luncurkan si Paling Atas
Kementerian Komdigi Blokir Belasan Ribu Konten Judi Online Setiap Hari
Bareskrim Polri Komitmen Berantas Kampung Narkoba dalam 100 Hari Program Asta Cita
Kontrak Berjangka Komoditas Emas mendominasi Transaksi Multilateral di ICDX
PT KPI Kilang Dumai Bangun Awareness Masyarakat Hadapi Keadaaan Darurat Melalui Sosialisasi dan Edukasi
Banyak Proyek Mangkrak di Inhil, APH Diminta Periksa Kontraktor yang Tak Selesaikan Pekerjaan
Universitas Islam Riau Perkuat Reputasi di Ajang Internasional QS Stars Asia Pasifik 2024
Tri Bangun Komunitas Gen Z di Sumatera, Fokus pada Kreativitas dan Koneksi
Nama Calon Panelis Debat Publik Kedua Pilgub Riau Dirilis, KPU Minta Tanggapan Publik