Konferwil GP Ansor VII di Riau, Kader Wajib Jaga Ahlussunnah wal Jama'ah, Lawan Paham yang Mengkafirkan dan Membidahkan Ajaran Kyai

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Minggu, 23 Februari 2025 | 20:24 WIB
PW GP Ansor Riau bersama PC GP Ansor se-Riau.
PW GP Ansor Riau bersama PC GP Ansor se-Riau.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Riau menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) VII di Hotel Royal Asnof, Pekanbaru, Minggu (23/2/2025).

Hadir dalam Konferwil ini Wakil Ketua Umum GP Ansor, HM Fajri Al Farabi, Koordinator Wilayah GP Ansor Riau Kepri, Purwaji, Kabid Humas Polda Riau, Kakanwil Kemenag Riau, beberapa organisasi paguyuban, ormawa, dan banom Nahdlatul Ulama (NU), serta PC dan PAC GP Ansor se-Riau.

Dalam kata sambutannya, Ketua GP Ansor Riau, Timbul Pasaribu, mengatakan, kader GP Ansor harus terus bergerak terus menerus memperjuangkan bagaimana Ahlussunnah wal jama'ah bisa tetap bertahan di Indonesia, khususnya Riau.

Sebab, pada kenyataannya, ada begitu banyak paham yang masuk, yang suka mengkafir dan membid'ahkan ajaran yang selama ini diajarkan oleh para kyai NU.

"Sebagai kader GP Ansor, hal ini tidak boleh dibiarkan. Kita harus belajar dari Spanyol, 8 abad islam berjaya disana, tapi semua hanya tinggal cerita dan sejarah. Jangan sampai paham Ahlussunnah wal jamaah mengalami hal yang sama," ujarnya.

Kemudian, kader GP Ansor juga harus berkomitmen menjaga rumah besar Negara Kesatuan Republik (NKRI), yang sudah diwariskan oleh para leluhur dan kyai-kyai kita dan tidak boleh ada yang mengganti bentuk negara kita, apalagi dasar negara.

Dan itu sudah diterapkan oleh pendiri NU, KH Hasyim Asyari, dimana mencintai bangsa ini adalah bagian dari iman, dan jika nanti kita mati karena menjaga negara ini, maka kits akan masuk surga.

"Negeri ini sangat indah, penuh cinta dan kasih sayang, kita lahir disini, hidup disini, dan kita berkeinginan untuk dikuburkan di sini, jangan biarkan rumah besar kita dikacaukan orang yang ingin mengacau negara," katanya.

Usai acara, Timbul kepada wartawan mengatakan bahwa Konferwil ini adalah agenda wajib, dimana salah satunya adalah memilih Ketua GP Ansor Riau periode 2025-2030, dan dia diberi amanah oleh Ketua Umum GP Ansor untuk melaksanakan agenda ini.

Ketua PW GP Ansor Riau, Timbul Pasaribu, didampingi Sekretaris Khoirul Huda.
Ketua PW GP Ansor Riau, Timbul Pasaribu, didampingi Sekretaris Khoirul Huda.


"Alhamdulillah Konferwil terlaksana hari ini, diikuti 12 PC, dan 129 PAC. Kegiatan ini dilaksanakan sampai nanti malam. Semoga lancar, dan bisa musyawarah mufakat dalam memilih pengurus baru," katanya didampingi Sekretarisnya, Khoirul Huda.

Timbul sendiri tidak membatasi siapa saja kader GP Ansor yang ingin maju sebagai Calon Ketua, yang penting memenuhi syarat, yaitu usia tidak lebih dari 45 tahun, punya rekam jejak bagus, pernah jadi pengurus di PC maupun PW, dan sudah aktif selama 3 tahun.

"Yang penting loyal kepada organisasi dan bisa membawa organisasi lebih baik kedepannya. Kalau saya, sudah dipastikan tidak maju, karena saya pengurus pusat yang ditugaskan menggelar Konferwil saja," tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum GP Ansor, HM Fajri Al Farabi mengapresiasi kepengurusan GP Ansor ini, terutama selama masa kepemimpinan Purwaji.

"Saya paham sekali bagaimana sulitnya sahabat Purwaji membangun GP Ansor di Riau, bahkan beliau ini pernah ngutang dalam rangka membesarkan organisasi ini, dan hasilnya kita bisa lihat bagaimana besarnya GP Ansor hari ini," katanya.

Purwaji sendiri, dalam kata sambutannya merasa bangga pernah menjadi Ketua GP Ansor Riau, apalagi dia bukan dari alumni santri dan bukan anak kyai.

"Pada tahun 2013, di akhir masa jabatan saya sebagai Anggota DPRD Kampar, hati saya tergerak ikut pengkaderan tingkat lanjut Banser. Sebenarnya yang memaksa itu ibu saya. Dan sampai hari ini, panggilan untuk ber-Ansor tak pernah surut," katanya.

Dia juga terkenang bagaimana perjuangan berkeliling di semua pelosok Riau, bahkan sampai ke Pulau Burung dan Pulau Panipahan, yang jarak tempuhnya sangat jauh.

"Tapi sekarang, ada lebih dari 10 ribu kader yang lahir dan tumbuh, seperti jamur di hari hujan. Saya meyakini Ansor lahir bukan karna hebat saya, tapi karena Ansor itu antivirus untuk yang mengganggu paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Ketika ada gerakan yang mengacaukan itu, disitulah banyak kader lahir. Buktinya, PAC datang kesini tanpa bertanya di kasih ongkos atau tidak, Ansor tidak akan tenggelam selama iman dan keyakinan kita kuat," tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X