RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Tokoh muda Partai Golkar Riau, Masri Kumar, S.AB., mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya penyebaran konten-konten hoaks yang beredar menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar. Menurutnya, dinamika politik dalam internal partai memang hal yang wajar, namun penyebaran informasi yang tidak benar dan cenderung menyerang personal merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi.
“Sebetulnya saya pribadi enggan menanggapi isu-isu seperti ini, namun beberapa hari terakhir saya banyak berdiskusi dengan para senior partai. Dari diskusi tersebut, terlihat bahwa para senior pun merasa prihatin dengan kondisi yang berkembang saat ini,” ujar Masri.
Ia menegaskan, dalam pandangan para tokoh senior Partai Golkar, penyebaran hoaks yang menyasar secara personal kepada tokoh internal partai sudah melewati batas. Terlebih, jika sasaran serangan tersebut adalah figur penting seperti Sekretaris DPD Partai Golkar Riau.
“Golkar adalah partai besar yang dinamis, tapi menyebarkan hoaks dan fitnah bukanlah budaya kita. Ini jelas mencederai nilai-nilai luhur yang selama ini dijunjung tinggi oleh para kader,” tegasnya.
Masri juga menambahkan, sejak dulu Partai Golkar dikenal sebagai partai yang mengedepankan intelektualitas, kaderisasi yang kuat, dan kedewasaan dalam berpolitik. Oleh karena itu, segala bentuk upaya provokasi melalui penyebaran informasi menyesatkan sangat berpotensi merusak citra partai di mata publik.
Sebagai bagian dari generasi muda di tubuh Partai Golkar, Masri berharap seluruh pihak yang berencana turut serta dalam Musda mendatang dapat menunjukkan sikap politik yang dewasa dan menjadi teladan bagi masyarakat.
“Yang paling memprihatinkan, berdasarkan pantauan kami, konten-konten hoaks ini sebagian besar justru disebarkan oleh pihak-pihak dari luar partai. Hal ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk memecah belah dan merusak soliditas Partai Golkar dari luar,” katanya.
Sebagai tambahan informasi, belakangan ini beredar video dan narasi yang menyebut bahwa Partai Golkar akan "dihijaukan" oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid. Narasi tersebut secara tidak langsung menyiratkan bahwa Partai Golkar akan dikendalikan oleh kekuatan eksternal, khususnya PKB.
“Kalau kita pakai logika sederhana saja, baik di tingkat pusat maupun daerah, Partai Golkar memiliki struktur yang lebih kuat dan besar dibanding PKB. Maka menjadi tidak masuk akal bila dikatakan Golkar akan dikendalikan oleh partai lain. Ini jelas ada upaya adu domba antara PKB dan Golkar. Berikanlah konten-konten yang jujur dan analisa yang baik di media sosial," ” pungkas Masri.***
Artikel Terkait
Beckham Putra Ceritakan Pengalaman Duel Lawan Klub China, Kini Siap Bantu Skuad Garuda Bungkam Timnas China
Bongkar Fakta Pemasangan Stairlift di Candi Borobudur, Fadli Zon: Sesuai Aturan, Bukan Eskalator
Ondel-ondel Tak Boleh Lagi Buat Ngamen, Pramono Anung Siapkan Undang-undang Baru untuk Selamatkan Warisan Budaya Khas Betawi
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Prabowo Akan Kunjungi Candi Borobudur, Lokasi Ditutup Sementara untuk Publik
Macron Penasaran Lihat Lukisan Soekarno di Istana Merdeka, Prabowo: Ini Presiden Pertama di Indonesia
Konsisten Bagikan Dividen, Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Penciptaan Nilai Jangka Panjang
Rumahnya Dua Kali Diteror Ular Kobra, Dedi Mulyadi: Jangan Dong
RUPST PGN 2025 Setujui Bagikan Dividen Sebesar 80% Laba Bersih 2024 Setara USD 271,5 Juta
Indonesia Dapat Jatah Kuota Haji 221 ribu Orang, Kemenag Ungkap Sudah Memproses 204.770 Jemaah Reguler untuk Operasional Haji Tahun 2025
Pemvisaan Haji 2025 Ditutup: 204.770 Visa Reguler Diproses, Kemenag Maksimalkan Kuota