PEKANBARU - Akademisi dari Universitas Islam Riau (UIR), Dr Panca Setyo Prihatin, mengapresiasi para politisi yang turut serta dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu).
Hal tersebut disampaikan Panca saat menjadi narasumber dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih di Pemilu 2024, Selasa (11/4/2023).
Menurut Panca, ada tiga unsur yang penting dalam pelaksanaan Pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Politik, dan masyarakat yang menjadi pemilih. Ketiga unsur tersebut wajib bekerjasama dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di negara ini.
Baca Juga: Ingin Berbuat Lebih Banyak, Ida Yulita Susanti Minta Restu Untuk 'Naik Kelas' ke DPRD Provinsi Riau
"Demokrasi tidak boleh berjalan sendiri, karena demokrasi milik rakyat, rakyat yang berdaulat di negara ini. Makanya kesadaran rakyat untuk terlibat dalam Pemilu harus terus ditingkatkan," kata Dosen Ilmu Pemerintahan ini.
Dari sisi penyelenggara, menurut Panca, memang memiliki sejumlah kekurangan, termasuk oknum-oknum didalamnya. Namun, semakin kesini, penyelenggara semakin menunjukkan kemajuan yang baik.
Kemudian dari sisi Parpol, jelas Panca, para elit partai juga harus terus meningkatkan partisipasi masyarakat, salah satunya melalui program pembangunan. Sehingga, timbul kesadaran masyarakat akan pentingnya menyalurkan hak pilihnya.
Baca Juga: Berjasa Bangun Kampung, Metrizal: 2024 Kita Menangkan Buk Ida Yulita Susanti, Jangan Sampai Kita Malu
"Pak Arsyadjuliandi Rachman sebagai Anggota DPR RI Dapil Riau 1 dan Buk Ida Yulita Susanti dari DPRD Kota Pekanbaru saya rasa adalah contoh elit partai yang berperan dalam meningkatkan partisipasi pemilih di Riau," kata Panca.
Sebab, lanjut Panca, kedua politisi ini sering turun ke masyarakat dan melakukan edukasi politik, keduanya melakukan pendekatan dengan komunikasi politik yang baik kepada masyarakat.
"Kemampuan komunikasi politik mereka ini berhasil membuat masyarakat ingin menyalurkan hak pilihnya, nah yang seperti ini harus terus digencarkan, agar masyarakat tidak antipati pada politik. Rakyat memiliki kedaulatan dalam memilih orang yang mewakili suaranya, jadi mereka bisa menyalurkan hak pilihnya kepada orang-orang kredibel," tutupnya.
Baca Juga: Sabarudi PKS Diisukan Usulkan Nama Pj Wali Kota Pekanbaru Tanpa Rapat, Azwendi Surati Mendagri
Arsyadjuliandi Rachman dalam kata sambutannya, mengharapkan para pemilih yang hadir dalam sosialisasi ini bisa menyadarkan tetangganya, untuk memilih pemimpinnya pada 14 Februari 2024 mendatang.
"Putusan PN Jakarta Pusat yang menunda Pemilu 2024 sudah ditolak. Artinya, Pemilu 2024 tetap akan berjalan. Jadi saya harap bapak ibu yang hadir dalam sosialisasi ini bisa terlibat dalam mensosialiasikan hari pemilihan di 14 Februari 2024," kata Mantan Gubernur Riau ini.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pekanbaru Ida Yulita Susanti, mengajak masyarakat untuk tidak golput pada Pemilu nanti. Karena itu akan menentukan nasib daerahnya selama lima tahun kedepan.
Baca Juga: DPD PDI Perjuangan Riau Pastikan Bupati Meranti Muhammad Adil Bukan Kader
"Tahun 2019 kemarin, banyak yang datang ke rumah saya karena tak dapat surat suara. Artinya, kesadaran masyarakat untuk memilih sudah baik, tinggal bagaimana KPU menjamin hak mereka ini," ujarnya.
Menanggapi itu, Komisioner KPU Kota Pekanbaru, Yelli Nofiza, berharap masyarakat bisa melakukan pengecekan terhadap hak suaranya. Jika belum terdaftar, bisa segera melaporkan ke struktur KPU.
"KPU pasti akan melayani masyarakat, tapi kalau tidak terdaftar sebagai pemilih kemudian meminta hak pilih di hari H, itu sudah tidak bisa lagi. Makanya, sedini mungkin kita cek," katanya.***