Koalisi Besar di Pilpres 2024 Dapat Respon Positif, Golkar: Rakyat Ingin Kesatuan dan Persatuan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Kamis, 13 April 2023 | 09:42 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto saat bersilaturahmi.
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto saat bersilaturahmi.

 

PEKANBARU - Ketua Umum Pemenangan Pemilu (PP) Sumatera I DPP Golkar, Idris Laena, memberi respon terkait wacana pembentukan koalisi besar bersama, antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), yang difasilitasi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sebagai informasi, KIB terdiri dari gabungan tiga partai yaitu Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sementara, KKIR terdiri dari Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Rencana koalisi ini kabarnya mendapat restu dari Presiden Jokowi.

Menurut Idris Laena, upaya beberapa partai politik untuk membentuk koalisi besar, mendapat respon baik dari sejumlah masyarakat Indonesia, karena diyakini, koalisi ini bisa menjadi jalan tengah untuk menghindari polarisasi seperti yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu.

Kemudian yang menarik lagi, kata Idris Laena, ternyata beberapa partai juga sudah menyatakan minatnya untuk bergabung dalam koalisi besar antara lain PSI dan Perindo.

"Fenomena ini menarik untuk dicermati, karena mulai muncul kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa jauh lebih penting daripada hanya karena untuk mengakomodir kepentingan partai atau golongan tertentu. Demokrasi tentu tidak boleh mengorbankan keutuhan bangsa," ujar anggota DPR RI dapil Riau dua itu.

Lebih lanjut Idris Laena yang juga Ketua Umum Satuan Karya Ulama, Indonesia ini mengatakan, jika terjadi tiga poros pada Pemilu 2024 yang akan datang, maka peluang koalisi besar untuk memenangkan kontestasi sangat memungkinkan.

"Mengingat partai yang berkoalisi adalah partai yang sudah memiliki sepak terjang dan pengalaman panjang," terangnya.

Mengenai calon presiden atau Wapres tentu koalisi besar bisa mengambil kader internal dalam koalisi sendiri, karena ada ketum partai yang juga sangat diperhitungkan.

"Antara lain, ada pak Airlangga Hartarto, pak Prabowo Subianto, Gus Muhaimin Iskandar, pak Zulkifli Hasan, dan pak Mardiono. Intinya hanya tinggal dibangun kesepakatan diantara mereka," ujarnya.

"Patut untuk diingat, bahwa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, bukan semata-mata soal kalah menang, tetapi bagaimana bisa menjamin keberlanjutan pemerintahan dan pembangunan yang telah dirintis pak Presiden Joko widodo," tukas Laena.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Rekomendasi

Terkini

X