Ade Hartati Minta Gubernur Serius Soal Nasib Guru Honorer di Riau, Jangan Dibebankan ke Disdik dan BKD Saja

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Kamis, 27 April 2023 | 21:12 WIB
Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat.
Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat.

RIAUMAKMUR.COM, - Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat, menyayangkan sikap Gubernur Riau, Syamsuar, yang dinilainya terkesan tidak tahu menahu, terhadap nasib guru honorer yang sudah mengabdi belasan tahun.


Dikatakan Ade Hartati, penilaian dia tersebut dikarenakan gubernur menyerahkan persoalan ini secara penuh, baik proses maupun mekanisme rekrutmen PPPK Guru melalui Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah.

"Gubernur harus punya ketegasan dalam menyikapi persoalan ini, usut semua laporan ataupun pengaduan yang terindikasi ada kecurangan dalam proses dan mekanisme rekrutmen P3K Guru," tegas Ade Hartati, Kamis (27/4/2023).

Baca Juga: DPRD Riau Pertanyakan Alasan Gubernur Riau Tunjuk Plt Sekwan, Bukan Plh Seperti Aturan di Permendagri


Komisi V sendiri, lanjut politisi PAN tersebut, sudah beberapa kali Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Disdik, dan rapat terakhir dilaksanakan pada 8 April, yang dihadiri oleh Disdik dan BKD.

"Dari RDP tersebut kami meminta agar Disdik mencermati semua persoalan yang ada terkait proses dan mekanisme rekrutmen P3K tenaga pendidik, yang harus dipastikan transparan dan akuntabel sebelum diumumkan pada tanggal 15 atau 14 April yang lalu," terangnya.

Dari temuan DPRD Riau di lapangan, jelas legislator Dapil Pekanbaru ini, ada banyak persoalan yang tidak bisa dijawab, bahkan diselesaikan oleh Disdik dan BKD.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Dapat Restu Megawati, Joko Widodo Dinilai Lebih Pro ke Prabowo Subianto

Misalnya, ada tenaga pendidik yang sudah mengajar belasan tahun dan memenuhi semua persyaratan, tapi tidak lolos dalam rekrutment P3K.

"Secara pribadi, saya menegaskan agar Pemprov menganggap apa yang terjadi saat ini dalam rekrutmen P3K Guru adalah sebuah persoalan serius yang tidak cukup dijawab dengan janji-janji yang menyatakan akn diangkat di tahun 2023. Harus ada langkah kongkrit agar nasib para guru yang sudah mengajar belasan tahun dapat ditunaikan dgn memberikan hak mereka sbg Guru P3K," tuturnya.

"Pemprov Riau harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan ini, dengan mengajukan kembali guru-guru yang secara aturan dan memenuhi persyaratan agar diangkat sebagai P3K dalam tahun ini (Guru yang ikut seleksi tahun 2022 dan memenuhi seluruh persyaratan yang diminta)" tutupnya.

Baca Juga: Skywalk Tengku Buang Asmara Tembus 12.481 Pengunjung, Jadi Objek Wisata Baru Paling Populer di Siak Riau

Sebagai informasi, puluhan guru honorer di Riau menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau (Gubri) pada Kamis (27/4/2023). Puluhan guru yang tergabung dalam Forum Guru Prioritas Pertama Negeri dan Swasta (FGPPNS) Riau itu, meminta kejelasan rekrutmen tenaga pengajar (TP) PPPK tahun 2022.

Dalam aksi tersebut para guru juga meminta menunda penerbitan SK, sampai adanya kejelasan hukum terkait hasil seleksi PPPK Guru Provinsi Riau tahun 2022.

Adapun tuntutan para guru adalah, pertama, meminta pemerintah untuk meneruskan perjuangan guru-guru untuk menempuh jalur hukum dalam rangka menyelesaikan persoalan rekruitmen guru PPPK tahun 2022.

Baca Juga: Agar Bentrok TNI dan Polisi Tidak Terulang Perlu Transparansi Pemberian Sanksi

Kedua, mereka meminta Kadisdik untuk mengevaluasi kelulusan Guru PPPK hasil rekruitmen tahun 2022 dan menunda penerbitan SK sampai adanya kejelasan hukum terkait hasil seleksi PPPK guru Provinsi Riau Tahun 2022.

Kemudian yang ketiga, meminta dinas pendidikan untuk melakukan rekruitmen mengacu pada PermenpanRB No 20 tahun 2022 dan juknis Kemendikbud No tahun 2022. Keempat, meminta kepala dinas pendidikan mengembalikan penempatan Guru PPPK yang lulus baik P1, P2 dan P3 ke sekolah induk masing-masing.

Yang kelima, kami meminta kepala dinas pendidikan untuk memberikan penempatan yang jelas kepada guru PPPK yang tidak ada penempatan (TP) dan ditempatkan di sekolah induk masing-masing," pintanya.

Baca Juga: Banyak yang Menyinggung Kinerja Gubernur Syamsuar, Ini Kata Fraksi Golkar DPRD Riau

Sementara itu, Plt Kadisdik,  M Job Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperjuangkan para guru ini.

"Saat ini, kami posisinya menunggu kebijakan yang diberikan kuasanya kepada kami. Pemerintah Provinsi Riau pasti akan selalu bersama-sama para guru," ujarnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Rekomendasi

Terkini

X