RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Riau, Dedi Harianto Lubis, menegaskan pihaknya sampai hari ini masih menunggu keputusan resmi dari DPP Partai Nasdem terkait Pilpres 2024.
Dikatakan Dedi Harianto Lubis, pihaknya sangat siap mendukung apapun yang menjadi keputusan dari Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, termasuk soal Pilpres 2024.
Terkait wacana pasangan Anies Baswedan dan Puan Maharani, jelas Dedi Harianto Lubis yang juga Ketua Bapilu Nasdem Riau ini, pihaknya belum bisa memberikan komentar pasti.
Baca Juga: Surya Paloh Absen dari Pertemuan Partai Pro Jokowi, Nasdem: Kami tetap Bersama Jokowi
"Karena aspirasi secara nasional, kader Partai Nasdem yang pernah disampaikan pada rakernas lalu, mengenai pasangan, kita tegak lurus dengan keputusan DPP," kata dia, Senin (28/8/2023).
Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, menanggapi isu tersebut, menurut dia bukan hal yang mustahil jika Anies Baswedan dan Puan Maharani dimajukan sebagai pasangan Capres dan Cawapres 2024.
Ia mengatakan bahwa alternatif tersebut cukup baik karena figur Puan Maharani yang merupakan putri Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sangat baik dalam perpolitikan di Indonesia.
Baca Juga: Zulfan Hafiz: Dari Dulu Hingga Sekarang, Saya Masih Kader Nasdem
Survei Voxpopuli Research Center menunjukkan pasangan Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan unggul dalam simulasi tiga pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres), dengan elektabilitas sebesar 40,0 persen pada akhir tahun 2022 yang lalu.” Kata Willy Aditya
Selain itu, ia menilai bahwa kedua pasangan tersebut dapat menyatukan dua kutub yang belakangan ini saling berbenturan.
Keduanya bisa menjadi pasangan yang menyatukan dua kutub. Dengan begitu ada locus baru bagi pihak-pihak untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan bangsa ini,” katanya.
Baca Juga: Makin Akrab, AHY Dengarkan Langsung Pidato Politik Anies Baswedan di Acara Relawan Amanat Indonesia
Akan tetapi dalam hal ini, ia menilai mengatakan bahwa kriteria utama tetap dikembalikan kepada kehendak publik dan adanya kerelaan untuk saling dipimpin satu sama lain.
“Kriteria paling utama kan itu kehendak publik, dan kemudian yang paling penting kalau ada kerelaan yang saling dipimpin itu menjadi catatan penting dalam perpolitikan kita. itu yang menjadi adab yang sangat memberikan pesan baik kepada publik,” kata Willy.***
Artikel Terkait
Rentan Disalahgunakan, Masyarakat Diimbau Jangan Umbar Data Pribadi di Media Sosial
Stagnan, Harga emas Antam Hari ini Masih dikisaran Rp 1,065 Juta per Gram
Butuh Camilan Saat Santai di Rumah? Coba Resep Bakso Aci yang Satu ini
Desa Wisata Bukit Batu Bengkalis Raih Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023
Kartini Tewas Mengenaskan, Polres Dumai Gerak Cepat Kejar Pelaku
Jadi Peserta ADWI 2023, Desa Wisata Bukit Batu Catatkan Rekor MURI
Visualnya Bikin Silau, Xu Kai dan Zhou Ye Dirumorkan Bintangi Drama Modern Tencent Hold a Court Now
Setelah Lost You Forever, Inilah Daftar Drama Tan Jianci Berikutnya, Mana yang Kamu Tunggu?
Zulfan Hafiz: Dari Dulu Hingga Sekarang, Saya Masih Kader Nasdem
Duet Anies Baswedan - Puan Maharani, Nasdem: Tergantung Kehendak Publik dan Kerelaan Tokoh