RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Ketua Tim koalisi perubahan Provinsi Riau, Markarius Anwar, mengaku sudah menyampaikan persoalan dinamika politik di Kabupaten Bengkalis, kepada Timnas Koalisi Perubahan.
Dikhawatirkan Markarius Anwar, persoalan dinamika di Kabupaten Bengkalis akan mempengaruhi perjuangan dalam memenangkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
"Ya sayang saja kan, di satu sisi kita bekerja sama, tapi di Bengkalis kita berantem," ujar Markarius Anwar, Jumat (15/12/2023).
Baca Juga: Jadi Kapten Tim Daerah, Markarius Anwar Siap Totalitas Menangkan AMIN di Riau
Baca Juga: Polemik Internal DPRD Bengkalis, KNPI: Mereka Ngerti Gak Apa Itu Mosi Tidak Percaya?
Dijelaskan Markarius Anwar, selain menyampaikan persoalan ini kepada Timnas, Markarius juga sudah melakukan komunikasi dengan petinggi partai koalisi di tingkat daerah.
"Kita sudah sampaikan di level pusat, sudah ke Cak Imin, sudah ke Pak surya Paloh. Di Provinsi sudah kita sampaikan juga, ya kita berharap ini bisa di follow up lah," katanya.
Salah satu dampak dari dinamika politik di Bengkalis, lanjutnya, dua orang Anggota Fraksi PKS DPRD Bengkalis belum bisa dilakukan proses PAW.
Baca Juga: Markarius Anwar: Ada Kelompok yang Merasa Terancam dengan Kebesaran PKS di Bengkalis
"Harusnya kan dua bulan lalu sudah dilantik, dan ini bisa jadi kekuatan baru untuk pemenangan AMIN di Bengkalis," tutupnya.
Sebagai informasi, saat ini terjadi pembelahan di internal DPRD Bengkalis, dimana ada 36 anggota dewan yang melakukan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD dan wakil Ketua I DPRD Bengkalis.
Adapun, dua partai di dalam Koalisi Perubahan yaitu Partai Nasdem dan PKB, ikut melayangkan mosi tidak percaya.
Baca Juga: PKS Hadapi Situasi Sulit di Bengkalis, Khairul Umam Disiapkan Jadi Calon Bupati? Ini Kata Markarius Anwar
Akibat mosi tidak percaya ini, banyak kegiatan kedewanan yang terganggu, dan salah satunya proses PAW Anggota Fraksi PKS. ***