politik

Tsamara Amany Bela Gibran Rakabuming Soal Etika, Ini Profilnya, Masih Muda dan Punya Suami Seorang Profesor

Kamis, 25 Januari 2024 | 11:28 WIB
DIANGKAT JADI STAF KHUSUS MENTERI BUMN- Perempuan bernama Tsamara Amany ini pernah jadi pengurus pusat PSI, keluar lalu menikah, sekarang diangkat menjadi staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir

RIAUMAKMUR.COM - Politisi muda, Tsamara Amany, mendadak viral di media sosial pasca dukungan dia terhadap Cawapres Gibran Rakabuming, yang diserang akibat etika.

Tsamara Amany heran, serangan kepada Gibran Rakabuming malah datang dari pendukung Cawapres Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.

Dua Cawapres ini, lanjut Tsamara Amany, kerap menyinggung etika, sementara apa yang mereka buat selama debat tidak mencerminkan etika.

Baca Juga: Pasca Hengkang dari PDI Perjuangan, Maruarar Sirait Makin Menunjukkan Kedekatan dengan Prabowo Subianto dan PSI

Omongan eks politikus PSI itu disampaikan dalam Catatan Demokrasi tvOne. Potongan video itu lantas tersebar di media sosial.

Ia tak sepaham dengan anggapan jika cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dinilai tak etis karena menyerang cawapres rival saat debat.

Awalnya, Tsamara menanggapi paparan dari Jubir Timnas Anies Baswedan-Muhaimin, Muhammad Iqbal.

Baca Juga: Di Sumbar, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Unggul, Hasil Kerja Andre Rosiade Mampu Ubah Peta Politik di Sumatera Barat

Selain itu, ia merespons pernyataan dari Jubir TPN Ganjar-Mahfud Masinton Pasaribu.

Tsamara menyinggung, saat debat status Mahfud MD masih sebagai Menko Polhukam.

Namun, Mahfud kerap mengkritik pemerintahan mulai program food estate hingga pedang penegakan hukum yang tumpul.

Baca Juga: Gibran Rakabuming Didesak Mundur oleh PDI Perjuangan, Nusron Wahid Singgung Terlalu Politis, dan Ada Pihak yang Ingin Jadi Penguasa di Solo

"Jadi kemarin Prof Mahfud mengkritik food estate, mengkritik hukum di mana beliau adalah Menko Polhukamnya. Beliau adalah pembantu Presiden, beliau adalah bagian dari pemerintahan tersebut ya kan," lanjut Tsmara.

"Apakah itu etis, seorang pembantu presiden mengkritik pemerintahan yang di mana dia adalah bagian dari pemerintahan tersebut. Hukum di bawah beliau," kata Tsamara.

Pun, dia juga menyinggung cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar yang merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Posisi PKB saat ini bagian dari pemerintah.

Baca Juga: Kesira Riau Gelar Baksos di Rengat Barat, Marwan Yohanis Terharu Melihat Semangat Pejuang Gerindra dalam Memenangkan Prabowo Subianto

"Apakah etis Gus Muhaimin mengkrisi pemerintahan saat ini. Padahal, masih jadi bagian dari pemerintahan saat ini. Tetapi masih mengkritik, masih jadi cawapres," tutur Tsamara.

Lebih lanjut, dia menyoroti juga eks Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang menyerang Jokowi soal contekan.

"Saya mau tanya lagi, Pak Tom Lembong. Ketika itu dia menjadi menterinya Pak Jokowi, sekarang menyerang Jokowi dengan soal contekan dan lainnya. Apakah ini etis?" ujar Tsamara.

Baca Juga: Prabowo Ajak Jaga Kerukunan: Kalau Menjelekkan Terus, Kapan Selesainya?

Kemudian, ia juga menyinggung capres nomor urut 1 Anies Baswedan yang jadi Gubernur DKI karena berkat Prabowo Subianto. Namun, ia menyindir Anies yang dalam debat pertama dan ketiga kerap menyerang Prabowo secara membabi buta.

"Pak Anies menyerang membabi buta Pak Prabowo. Orang yang menolong beliau, apakah itu etis?" kata Tsamara.

"Dari sini, saya tanyakan kembali, silakan publik menilai saat ini. Kalau bicara santun-santunan akan banyak hati yang tersakiti saat ini," ujar Tsamara.

Baca Juga: Kontribusinya Besar Untuk Muhammadiyah, Raja Juli Antoni Dapat Pujian di Riau, Berhasil Bantu Persoalan Administrasi Tanah Aset Muhammadiyah

Berikut rekam jejak Tsamara Amany

Nama Tsamara Armany sebenarnya sudah tidak asing lagi di telinga. Pasalnya, tahun 2019 silam, dia pernah menjadi juru bicara pasangan capres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Wanita yang memiliki nama lengkap Tsamara Armany Alatas ini lahir pada tanggal 24 Juni 1996. Meski usianya terbilang masih sangat muda, namun dia memiliki karir sangat cemerlang di bidang politik.

Tahun 2019, dia menjadi ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, Tsamara akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2022.

Usai hengkang dari PSI, ia kemudian didapuk oleh Menteri BUMN Erick Tohir sebagai Staf Khusus bagian kebijakan publik.

Meski sukses di bidang politik, rupanya Tsamara pernah mengalami kegagalan dalam rumah tangga. Diketahui, ia pernah menikah dengan seorang wartawan pada tahun 2015, namun pernikahan tersebut hanya berjalan singkat, sebab mereka memutuskan untuk bercerai tahun 2016.

Kemudian, pada tahun 2019, dia kembali menikah dengan seorang Profesor dari New York University bernama Fajrie Alatas. Pernikahan mereka masih bertahan sampai saat ini.

Tsamara Armani pernah menempuh penididkan di New York University dengan menempuh pendiidikan master di bidang Public Policy & Media Studies.

Pendidikan masternya berhasil diselesaikan pada tahun 2022. Kini, Tsamara berstatus sebagai CEO Altsa Kreatif sejak tahun 2022, tepatnya setelah dia mengundurkan diri dari PSI.


Nama Lengkap: Tsamara Armany Alatas

Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 24 Juni 1996

Agama: Islam

Pendidikan: Universitas Paramadina (S1), Universitas New York (S2)

Pekerjaan: Politikus

Suami: Ismail Fajrie Alatas.***

Tags

Terkini