RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Pengamat komunikasi politik, Mustafa, S.Sos., M.I.Kom, menilai perolehan suara Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau, Abdul Wahid, menjadi indikator utama dalam kontestasi Pilgubri 2024 nanti.
Dikatakan Mustafa yang juga Dosen Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau ini, perolehan suara ini membuat sosok Abdul Wahid, patut diperhitungkan menjadi Calon Gubernur Riau.
Mustafa menjelaskan, perolehan suara Abdul Wahid yang diprediksi mencapai 101 ribu adalah bukti bahwa ada antusias yang tinggi dari masyarakat, untuk memberi kepercayaan kepada politisi yang masih berusia 44 tahun tersebut.
Baca Juga: Berpengaruh Kepada Pemenangan AMIN, Markarius Anwar Minta PKB dan Nasdem Selesaikan Dinamika Politik di Bengkalis
"Saya melihat antusias masyarakat mencoblos nama Abdul Wahid dalam surat suara pada 14 Februari lalu, menandakan bahwa mereka mengenal baik sosok Abdul Wahid, baik secara pribadi maupun secara kinerja," kata Mustafa, Jumat (23/2/2024).
Lebih lanjut, Mustafa mengatakan, dengan usia Abdul Wahid yang masih cukup muda, tentunya Wahid memiliki kemampuan dalam menjalin komunikasi politik dengan semua kalangan, terutama milenial yang menjadi segmentasi pemilihan terbesar saat ini.
"Kita bisa lihat, banyak video-video perjuangan Wahid selama berkiprah di DPR RI, dan video ini banyak yang viral di media sosial. Ini menjadi salah satu faktor peningkatan popularitas dan elektabilitas Wahid, dan itu terkonversi menjadi suara pada 14 Februari 2024," tambahnya.
Baca Juga: Targetkan Kemenangan Besar AMIN di Riau, Abdul Wahid: Kami Bangga Ketum Kami Akhirnya Masuk Kertas Suara
Jika kita melihat dari kacamata komunikasi politik, jelas Mustafa, video-video perjuangan itu berisikan pesan bahwa Anggota DPR RI Dapil Riau berani menyuarakan kepentingan daerah di tingkat senayan.
"Pesan politik seperti ini dikemas dengan sangat baik, dan kemudian memberikan feedback yang positif untuk Wahid. Jadi peningkatan suara ini tak terlepas dari kesuksesan komunikasi politik, dan dalam distribusi pesan politik ini tentunya ada peran kader-kader serta relawan Wahid," terangnya.
Ditambah lagi, kata Mustafa, citra diri Wahid selama ini sudah cukup positif, dimana Wahid dicitrakan sebagai wakil rakyat yang vokal terhadap isu masyarakat, baik selama menjabat dua periode di DPRD Provinsi Riau dan satu periode di DPR RI.
"Tidak hanya itu, Wahid ini juga dikenal politisi yang lahir memang dari kelompok aktivis, lahir dari kelompok bawah." tutupnya.
Berdasarkan sumber data terpercaya yang kami peroleh, suara pribadi yang di peroleh Abdul Wahid (PKB) sebesar 101.400 suara, disusul Syahrul Aidi Maazat (PKS) 100.400, Syamsuar (Golkar) 98.800 dan Dewi Juliani (PDIP) 96.150.***