politik

Apa Kata Prof Ilyas Husti tentang Dukungan UAS untuk Abdul Wahid - SF Hariyanto?

Sabtu, 7 September 2024 | 10:07 WIB
Prof Ilyas Husti.

RIAUMAKMUR.COM - Viral di media sosial dan beredar di berbagai grup WhatsApp, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Prof. Dr. Ilyas Husti, memberikan tanggapan mengenai keberpihakan Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam pesta demokrasi.

Video berdurasi 2 menit 52 detik tersebut menyoroti dukungan UAS kepada pasangan Abdul Wahid-SF Hariyanto dalam kontestasi Pilkada November mendatang.

Dengan lantang, Prof. Ilyas menilai sikap UAS sudah tepat dan tidak melanggar ketentuan ulama terkait keberpihakan politik.

"Sebagai pribadi dan mewakili sebagian cendekiawan, saya rasa ini proporsional. Ini menyangkut masalah interpretasi dan diperbolehkan bagi semua warga, selama tidak menyudutkan pihak lain. UAS berhak untuk berbicara, berpendapat, dan memiliki keberpihakan," tegas Ilyas.

Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut tidak dilarang dalam pandangan agama. Menurutnya, tidak ada konsep netral dalam Islam; netral berarti tidak memilih sama sekali, yang justru dilarang.

"Sebagai ulama yang telah menentukan sikap, ia tentunya sudah melalui beberapa tahap, termasuk ijtihad," lanjutnya.

Ilyas menganggap tidak layak jika ada pihak-pihak yang membully UAS. Langkah tersebut dinilai tidak tepat.

"Saya mengimbau, terutama dalam bulan-bulan politik ini, baik cendekiawan maupun ulama sebaiknya memberikan pandangan yang menyejukkan. Hak setiap orang harus dihormati, dan kita boleh memperjuangkan hak kita," tambah Ilyas dalam video tersebut.

Terkait tudingan bahwa UAS memecah belah umat, Ilyas dengan tegas menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

Menurutnya, UAS memiliki pengalaman dan keinginan untuk melihat pemimpin Riau ke depan yang tepat dan dapat membawa Riau menuju kemajuan.

"UAS sudah membuat pilihan dan memiliki sejarah yang mendasari sikapnya. Beliau ingin seseorang yang benar-benar memperjuangkan Riau. Jadi, sikap UAS sudah tepat. Jika itu pilihannya sebagai ulama, mari kita hormati. Yang tidak sepaham boleh meninggalkan, tetapi jangan membuat kekacauan. Karena UAS adalah ulama yang patut dihormati," tutup Ilyas.

Tags

Terkini