RIAUMAKMUR.COM – Ustaz Abdul Somad (UAS) menyatakan dukungan penuh kepada pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Abdul Wahid - SF Hariyanto, dalam kajian umum yang digelar di Masjid Baitul Muminin, Kuantan Singingi, Jumat (13/9/2024) malam.
UAS menyebutkan bahwa Abdul Wahid merupakan sosok pemimpin yang dapat membawa perubahan positif bagi Provinsi Riau.
"27 November hari Rabu datang ke TPS, buka kertasnya cari Abdul Somad. Kalau tak ada, cari Abdul Wahid. Ini sudah saya pesankan, pasti bapak ibu ingat," ujar UAS di hadapan jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, UAS mengungkapkan alasan kuat di balik dukungannya terhadap Abdul Wahid.
Menurut UAS, Abdul Wahid adalah sosok pemimpin yang memiliki jiwa agamis, peduli terhadap kehidupan santri, dan mau menolong agama dengan kekuasaannya.
Hal ini terlihat dari upayanya dalam menggratiskan biaya pendidikan untuk santri di pesantren yang dibangun oleh Yayasan Tabung Wakaf Umat.
"Abdul Wahid ini teman akrabnya Abdul Somad. Jadi gampang ustaz menghubungi, tinggal telpon," ungkap UAS, menegaskan kedekatannya dengan Abdul Wahid.
Selain itu, UAS juga menekankan bahwa pilihannya terhadap Abdul Wahid bukan didasari kepentingan pribadi.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mendapatkan jabatan atau proyek apapun jika Abdul Wahid terpilih sebagai gubernur.
"Abdul Wahid jadi gubernur, saya tidak akan jadi kepala dinas, saya tidak akan mendapat proyek pengaspalan jalan. Abdul Somad akan tetap jadi Abdul Somad, tak akan menjadi yang lain," tegasnya.
UAS juga menyampaikan kriteria pemimpin yang seharusnya dipilih oleh masyarakat.
Menurutnya, seorang pemimpin yang baik adalah yang taat kepada Allah SWT, menjaga keamanan daerah, membangun infrastruktur, serta mementingkan kesejahteraan masyarakat. Kriteria ini, menurut UAS, melekat pada sosok Abdul Wahid.
Dalam kajian tersebut, UAS juga menyinggung peran pemerintah daerah dalam pembangunan pesantren.
Ia menyebutkan bahwa pembangunan pesantren yang digagas oleh Yayasan Tabung Wakaf Umat selama ini hanya mengandalkan infak masyarakat, tanpa bantuan dari pemerintah.