politik

Ini Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo yang Kini Jadi Capres dari PDI Perjuangan, Ayahnya Seorang Polisi

Jumat, 21 April 2023 | 14:53 WIB
Megawati dan Ganjar Pranowo (Instagram/@ganjar_pranowo)

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Megawati Soekarnoputri, secara resmi mengumumkan nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai Bakal Calon Presiden dari PDI Perjuangan di Pilpres 2024 nanti.


Ganjar Pranowo merupakan kader asli PDI Perjuangan yang saat ini merupakan Gubernur Jawa Tengah dua periode. Ganjar selalu berada di tiga besar nama Bakal Capres berdasarkan hasil survei.

Berikut kisah masa kecil Ganjar Pranowo:

Ganjar Pranowo dilahirkan dari keluarga yang sederhana pada tanggal 28 Oktober 1968 lalu di desa lereng Gunung Lawu, Karanganyar. Ganjar Pranowo memiliki nama asli Ganjar Sungkowo, yang artinya Ganjaran dari kesusahan atau kesedihan.

Ketika Ganjar akan memasuki sekolah dasar, nama Sungkowo diganti menjadi Pranowo oleh orang tuanya. Penggantian nama ini dikarenakan adanya rasa ketakutan dari orang tua Ganjar, apabila nama Sungkowo tetap maka sang anak kelak selalu berkubang dengan kesialan dan kesusahan.

Ayah Ganjar bernama S. Pamudji dan Ibunya bernama Sri Suparni. Ganjar merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Nama-nama saudaranya yaitu Pri Kuntadi, Pri Pambudi Teguh, Joko Prasetyo, Prasetyowati, dan Nur Hidayati. Ayah Ganjar sendiri berprofesi sebagai polisi dan juga sempat ditugaskan mengikuti operasi penumpasan PRRI atau Permesta.

Baca Juga: Megawati Resmi Pilih Ganjar Pranowo sebagai Capres dari PDI Perjuangan


Sedari kecil, Ganjar sudah menunjukan jiwa kepemimpinannya. Hal itu terbukti saat Ganjar sekolah dasar, Beliau selalu terpilih menjadi ketua kelas. Saat akan memasuki SMP, keluarganya pindah ke Kutoarjo mengikuti tempat dimana ayahnya ditugaskan. Ganjar melanjutkan studinya di SMA Bopkri 1 Yogyakarta. Di SMA beliau aktif dalam mengikuti kegiatan kepramukaan atau Dewan Ambalan.

Saat akan lulus SMA tahun 1980, ayahnya pensiun dari kedinasan di Polri. Untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, ibunya membuka warung kelontong. Sementara Ganjar juga pernah merasakan berjualan bensin di pinggir jalan.

Setelah kelulusan SMA tiba, Ganjar melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum di Universitas Gadjah Mada. Di kampus, beliau bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Selama masa kuliah, Ganjar mengaku pernah mengambil cuti kuliah selama dua semester. Hal ini lantaran Ia tidak memiliki biaya untuk perkuliahan. Ganjar mengakui jika Ia memiliki hobi demonstrasi semasa kuliah. Ganjar pernah turut andil mendemo rektor UGM periode 1986-1990, yaitu Koesnadi Hardjasoemantri.***

Tags

Terkini