politik

Survei Indikator: Erick Thohir Bisa Naikkan Elektabilitas Pasangan Capres, Prabowo atau Ganjar akan Unggul

Minggu, 30 April 2023 | 23:26 WIB
Hasil survei indikator. Erick Thohir bisa menaikkan elektabilitas pasangan capres.

Indikator Politik Indonesia telah mengadakan survei nasional yang melibatkan simulasi beberapa pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada periode 11-17 April 2023. Dalam survei tersebut, terlihat bahwa pasangan calon tertentu berhasil meraih kemenangan yang signifikan berkat kontribusi besar dari figur calon wakil presiden, yaitu Erick Thohir.

Menurut Burhanuddin Muhtadi, Peneliti Utama dari Indikator Politik Indonesia, Erick Thohir memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan elektabilitas dua bakal capres, yaitu Ganjar Pronowo dan Prabowo Subianto. Hasil survei yang dilakukan oleh Indikator menunjukkan bahwa dalam simulasi tersebut, pasangan Prabowo-Erick berhasil meraih 32,8 persen suara, unggul atas pasangan Ganjar-Sandiaga dengan 32,5 persen dan pasangan Anies-AHY dengan 24,4 persen. Dalam lima simulasi yang dilakukan, Erick Thohir membawa pasangannya meraih posisi teratas sebanyak empat kali.

"Simulasi kedua, Prabowo dan Erick Thohir meraih 34,4 persen, Ganjar-RK itu 33,1 persen dan Anies-Khofifah sebesar 21,5 persen," ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia (IPI) bertajuk "Korelasi antara Approval Rating Presiden dan Dukungan terhadap Capres dan Partai Jelang Pemilu Serentak 2024" di Jakarta, Minggu (30/4/2023).

 

Burhanuddin juga melaporkan bahwa dalam simulasi ketiga, pasangan Prabowo-Erick kembali meraih posisi teratas dengan perolehan suara sebesar 33,6 persen, diikuti oleh pasangan Ganjar-Khofifah dengan 32,7 persen dan pasangan Anies-AHY dengan 24,5 persen. Sementara pada simulasi keempat, pasangan Prabowo-Erick berhasil memperoleh 32,9 persen suara, diikuti oleh pasangan Ganjar-RK dengan 33,3 persen dan pasangan Anies-AHY dengan 23,9 persen.

"Berikutnya, pasangan Ganjar-Erick meraih 35,8 persen, unggul dibandingkan Prabowo-Khofifah yang sebanyak 30,5 persen dan Anies-AHY dengan 24,1 persen," ucap Burhanuddin.

Burhanuddin menyampaikan tren elektabilitas Erick terus menanjak dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini berkebalikan dengan tren dukungan terhadap Ridwan Kamil yang terus menurun, sementara nama lain cenderung stagnan.

Burhanuddin mengatakan Erick juga memiliki tingkat kesukaan yang cukup tinggi dari publik yakni sebesar 83,4 persen. Responden juga memilih Erick sebagai salah satu figur yang pantas melanjutkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebesar 1,8 persen. Erick menjadi figur paling banyak dipilih publik sebagai suksesor Jokowi di samping tiga capres, Prabowo, Ganjar, dan Anies.

Burhanuddin mengatakan 78,5 responden mengaku puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), dengan rincian 62,7 persen cukup puas dan 15,8 persen sangat puas. Tingginya tingkat kepuasan masyarakat menjadikan pengaruh besar Jokowi terhadap kemenangan paslon di Pilpres 2024.

Burhanuddin mengatakan kepuasan atas kinerja Jokowi mengalami peningkatan cukup besar dalam beberapa bulan terakhir, dan saat ini tampak tingkat kepuasan atas kinerja presiden merupakan yang tertinggi.

"Secara umum, kepuasan atas kinerja presiden lebih berasosiasi positif dengan tingkat dukungan terhadap Ganjar Pranowo. Tapi dalam dua bulan terakhir, dinamika terhadap kepuasan presiden lebih berasosiasi dengan dukungan terhadap Prabowo Subianto," kata Burhanuddin.

Burhanuddin menyampaikan penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang yang berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti. ***

Tags

Terkini