Politisi Partai PDIP yang beberapa waktu lalu remsi diusung oleh partai untuk menjadi calon presiden, Ganjar Pranowo menjawab tudingan terhadap dirinya mengenai kasus E-KTP yang membawa namanya.
Dalam sebuah wawancara di program Kick Andy pada salah satu stasiun televisi, politisi berambut putih ini menjawab tudingan soal keterlibatannya dalam kasus E-KTP tersebut.
Ganjar Pranowo dalam wawancara tersebut menilai tudingan mengenai keterkaitannya pada perkara tersebut sebagai langkah sejumlah pihak men- down grade dirinya di mata publik.
Baca Juga: Ingin Direbut Demokrat dan PDI Perjuangan, Golkar Siap Pertahankan Kursi Ketua DPRD Riau
"Saat itu saya dalam masa kontestasi kedua kalinya di pemilu daerah untuk menjadi Gubernur Jawa Tengah," ungkapnya, Minggu (14/5/2023).
Menurutnya pada saat namanya dihembuskan pada persidangan kasus E-KTP tersebut ia dalam posisi sebagai orang penting.
"Posisi saya penting saat itu mas, saya anggota DPR dan saya running Gubernur mas," ujarnya dalam tayangan wawancara tersebut.
Baca Juga: Kemenkes Ajak Fasyankes Segera Lakukan Registrasi Rekam Medis Elektronik
Menurutnya dalam dua kali pencalonan dirinya untuk menjadi gubernur isu yang diangkat sama soal E-KTP tersebut.
"Semua isu ini munculnya selalu menjelang pemilihan, ditengah situasi normal ini gak pernah muncul," ujarnya.
Ganjar mengaku isu soal E-KTP sudah diprediksinya.
Pada perbincangan dengan Andy F Noya ini, Ganjar Pranowo menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak menerima uang dari kasus E-KTP.
Ia menjelaskan bahwa bahwa dalam perkara tersebut ia sudah di BAP empat kali oleh KPK dan tidak terbukti menerima aliran dana fee E-KTP tersebut.
Menurutnya pernyatan Nazarrudin yang mengatakan bahwa dirinya melihat secara langsung bahwa Ganjar Pranowo menerima fee tidak dapat dibuktikan di persidangan.