Taruhan Keamanan Global, Google Akuisisi Perusahaan Eks Intelijen Israel Senilai Rp500 Triliun

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Kamis, 3 April 2025 | 14:00 WIB
Kabar Google Membeli aplikasi Wiz eks mata-mata Israel. (Unsplash/pawel_czerwinski)
Kabar Google Membeli aplikasi Wiz eks mata-mata Israel. (Unsplash/pawel_czerwinski)

RIAUMAKMUR.COM - Google resmi mengumumkan akuisisi Wiz, perusahaan keamanan cloud asal Israel, dengan nilai fantastis mencapai 32 miliar USD atau sekitar Rp500 triliun.

Jika disetujui regulator, ini akan menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah perusahaan Israel.

Akuisisi ini bertujuan memperkuat layanan keamanan cloud Google yang digunakan oleh berbagai entitas, termasuk perusahaan rintisan, korporasi besar, dan institusi pemerintahan.

Baca Juga: Google Rogoh Rp500 Miliar Akuisisi Wiz, Netralitas Perusahaan Dipertanyakan

Dalam pernyataan resminya, Google menegaskan bahwa Wiz akan membantu melindungi sistem cloud berbagai skala bisnis dan organisasi.

Meski akan bergabung dengan Google Cloud, Wiz tetap dapat digunakan di platform lain seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Oracle Cloud.

Selain memperkuat lini bisnis Google, akuisisi ini membawa dampak ekonomi besar bagi Israel.

Laporan Times of Israel menyebutkan bahwa pajak dari transaksi ini diperkirakan mencapai 4 miliar USD atau sekitar Rp67 triliun, setara dengan 0,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Israel.

Dana tersebut berpotensi digunakan untuk berbagai kebutuhan pemerintah, termasuk anggaran pertahanan dan program sipil, di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza, Lebanon, dan Suriah.

Baca Juga: Lewati Iklan YouTube dengan Mudah! Google Gemini Punya Trik Rahasia Ini

Keuntungan dari akuisisi ini juga dirasakan langsung oleh sekitar 1.800 karyawan Wiz, yang mayoritas berbasis di Israel, dengan total kompensasi mencapai 1,5 miliar USD atau Rp25 triliun.

Langkah Google ini dinilai lebih dari sekadar investasi bisnis.

Beberapa analis keuangan melihatnya sebagai bentuk “bailout” terselubung bagi sektor teknologi Israel, yang tengah mengalami tekanan akibat ketidakstabilan geopolitik.

Lembaga pemeringkat kredit Moody’s sebelumnya telah menurunkan peringkat kredit Israel karena ketidakpastian jangka panjang terhadap keamanan dan pertumbuhan ekonominya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Transaksi Cepat Tanpa Tunai? Begini Plus Minus QRIS

Minggu, 7 September 2025 | 09:38 WIB
X