RIAUMAKMUR.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makariem buat heboh, kebijakannya meresahkan para tenaga pengajar, khususnya para honorer. Bagaimana tidak, pendiri aplikasi Gojek sekaligus juga pernah menjabat jadi dewan direksi perusahaan dekakon tersebut berencana mengeluarkan kebijakan terkait pembuatan Marketplace Guru.
Mendikbudriristek Nadiem Makariem berencana untuk membangun Marketplace guru. Hal ini disampaikannya pada Raker Komisi X DPR RI bersama Mendikbud RI di YouTube Komisi X DPR RI Channel dikutip Senin (29/5/2023).
Tak ayal ide dari dari Mendikbudristek Nadiem Makariem yang memiliki latar belakang karir dibidang teknologi ini mmebuat banyak pihak terutama guru merasa aneh dengan ide menteri satu ini.
Banyak pihak yang menilai ide dari menteri satu ini merupakan ide yang aneh.
Banyak dari para masyarakat menilai bahwa guru bukan barang tidak tepat menggunakan diksi Marketplace.
Sebuah komentar dari netizen disalah satu cuitan lewat akun @abangali08_ mengatakan gak usah banyak terobosan, yang penting hapus guru honorer dan sejahterakan guru cukup!
Baca Juga: 5 Contoh Sikap Profesional yang Akan Membuat Kamu Disayangi Bos
Untuk diketahui bahwa terkait Marketplace Guru ini, Mendikbudristek Ndiem Makariem sudah berdiskusi dengan empat kementerian yakni Kemendikbudristek, Kemenkeu, Kemendagri dan Kemenpan-RB dalam pembuatan marketplace untuk guru.
Sistem Marketplace ini diyakininya akan menjadi solusi luar biasa untuk bisa mendapatkan kuota 1 juta PPPK di tahun 2023 sampai 2024.
Wacana ini hendak diambil dan diwujudkan Kemendikbudristek karena sejak 1 juta program PPPK guru dilakukan dari tahun 2021, sampai saat ini baru mencapai kuota 544.292 guru honorer yang diangkat menjadi guru ASN.
Baca Juga: CB650R Hadir dengan Nuansa Baru, Ini Penampakannya
Terkait dengan rencana ini Anggota Komisi X DPR, Dede Yusuf memberi komentar meski komentanya bukan merupakan hal yang menjadi substansi.
Ia tak sepakat jika nama platform yang akan dibuat itu disebut sebagai marketplace guru. Menurutnya guru bukanlah barang, dan istilah marketplace sangat erat dengan barang.
Artikel Terkait
Kejaksaan Negeri Kampar Konsentrasi Usut Pungli Guru Bantu Provinsi, Tiga Guru Bantu Diperiksa
Alhamdulillah, Pemprov Riau Transfer Gaji Guru Bantu untuk 5 Daerah
Ade Hartati Minta Gubernur Serius Soal Nasib Guru Honorer di Riau, Jangan Dibebankan ke Disdik dan BKD Saja
Rektor Junaidi akan Dikukuhkan sebagai Guru Besar Kajian Budaya, Unilak Pinang LAMR untuk Tepuk Tepung Tawar
Pengukuhan Rektor Unilak Prof Dr Junaidi sebagai Guru Besar, Kental dengan Prosesi Adat Budaya Melayu
Bupati Pangandaran akan Temui Husein, Guru Muda Viral Korban Pungli dan Intimidasi, Susi Pudjiastuti: Semoga..
Rektor Unilak Prof Junaidi Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Kajian Budaya
Rektor Unilak Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Ini Pesan Wagubri
Rektor Unilak Prof Junaidi Jadi Guru Besar ke-35 di LLDIKTI Wilayah X dengan Nilai Angka Kredit Tertinggi
Jarang Diperhatian Pemerintah, Ini Harapan Guru Swasta ke Husaimi Hamidi