RIAUMAKMUR.COM - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mensosialisasikan rekomendasi pemilik HP dan Laptop untuk tidak menjual perangkat bekas karena bahaya yang mengintai data pemilik sebelumnya.
Rekomenadasi ini bertujuan untuk melindungi pengguna perangkat teknologi.
Perangkat seperti laptop dan HP alangkah baiknya menurut BSSN untuk tidak dijual bekas.
Ketua Tim Insiden Siber Sektor Keuangan BSSN Sandromedo Christa Nugroho menyebut ada resiko mengintai pemilik perangkat bekas sebelumnya.
Perangkat laptop atau HP bekas masih menyimpan data dan informasi yang disimpan dalam perangkat.
Menurutnya pihak tidak bertanggungjawab bisa menyalahgunakan data ini.
Sejumlah data di perangkat seperti HP dan Laptop masih menyimpan data-data pemilik sebelumnya meski telah dilakukan pengahpusan.
Baca Juga: Misteri 13 Pengungsi Rohingya Tanpa Identitas Masuk ke Pekanbaru, Ini Kata Polisi
Dalam perangkat elektronik seperti HP dan Laptop terdapat dua jenis memori yakni Volatile dan Non Volatile
Memori non volatile ini cenderung memiliki meta data dan data tetap yang bisa diolah kembali meski tidak 100 persen bisa kembali seperti data aslinya.
Baca Juga: 9 Jalan Tol Trans Sumatera yang Tetap Bertarif Selama Libur Nataru 2023 - 2024
Karena alasan itu, BSSN menyarankan agar perangkat dipakai atau disimpan saja sampai rusak.
Jika tetap hendak menjual perangkat, alangkah baiknya mengganti alat penyimpanan data perangkat sebelum dijual.