DI BALIK peran besarnya bagi alam semesta, usia Matahari diperkirakan akan habis.
Dalam keberlangsungan makhluk hidup di alam semesta, khususnya di Bumi, Matahari bahkan mengambil bagian paling penting
Namun usia Matahari itu tidak abadi. Kehancurannya menjadi penanda kepunahan alam semesta.
Akan tiba waktunya, ketika Matahari meledak, maka akan terjadi kepunahan massal. Walau usia Matahari diperkirakan masih ada triliunan tahun lagi.
Baca Juga: Termasuk Jakarta, Ini 3 Daerah yang Berpotensi Dijatuhi Sampah Luar Angkasa
Para ahli menyatakan bahwa Matahari sudah berada pada usia pertengahannya.
“Usia Matahari diperkirakan hanya tinggal 5 miliar tahun dari sekarang,” kata Seorang astrofisikawan di Center for Astrophysics Paolo Testa.
Dia menyebut, Matahari saat ini tak ubahnya seperti bintang separuh baya, dalam artian hidupnya akan sekitar 10 miliar tahun atau lebih.
Dikutip dari Live Science, NASA juga berpendapat sama. Usia Matahari kita hanya kira-kira 5 miliar tahun lagi.
Baca Juga: The Godfather AI Geoffrey Cabut Dari Google Karena Kekhawatiran Atas Dampak AI
Jika sudah tiba pada waktunya, dia akan meredup dan berhenti menghasilkan panas melalui fusi nuklir.
Saat itu, dia akan tidak stabil dan selalu berkontraksi.
Bagian Matahari terluar yang masih mengandung hidrogen akan mengembang, kemudian bersinar merah saat mendingin.
Ekspansi ini secara bertahap akan menelan planet-planet tetangga Matahari, seperti Merkurius dan Venus.