Dibalik Sorotan Dunia Karena Festival Pacu Jalur, Ada 'Sumber Petaka' Ini di Batang Kuantan

photo author
Hasbullah RM, Riau Makmur
- Kamis, 14 September 2023 | 13:28 WIB
Festival Pacu Jalur.
Festival Pacu Jalur.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU- Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjadi sorotan nasional, bahkan dunia, karena festival Pacu Jalur yang semakin banyak diminati.

Festival Pacu Jalur menjadi bukti bahwa peradaban ratusan tahun di Kuansing sangat berkaitan erat dengan Sungai Indragiri atau yang biasa dikenal 'Batang Kuantan'.

Sayangnya, Sungai Indragiri yang dulunya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kuansing, kini perlahan menjadi 'sumber petaka', bagi masyarakatnya.

Tokoh Masyarakat Kuantan Singingi, Dr Mardianto Manan, mengatakan sumber petaka itu bermula dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang sudah berlangsung bertahun-tahun di Kuansing.

Anggota DPRD Riau Fraksi PAN, Dr Mardianto Manan.
Anggota DPRD Riau Fraksi PAN, Dr Mardianto Manan.


Diakui Dr Mardianto Manan yang merupakan anak jati Kuansing, bergelar Datuk Rajolelo Bangun, mengaku sudah sangat geram dengan aktivitas PETI ini, bahkan dia sudah sampaikan di forum rapat paripurna DPRD Riau.

"Saya sampai ngomong di paripurna, supaya bisa didengar sama Kapolda, sama Danrem, dan para pemangku kebijakan lain. Karena selama ini apa yang dilakukan hanya sebatas retorika saja, dampak PETI ini sangat luas," kata Dr Mardianto Manan, Kamis (14/9/2023).

Kerisauan pria asal Kecamatan Pangean ini terhadap PETI tersebut bahkan terbukti dengan tewasnya salah seorang pekerja PETI, di penambangan emas ilegal di Desa Munsalo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah.

"Ketika hal seperti ini terjadi, bagaimana hak pekerja itu? Seperti BPJS dan sebagainya. Setelah dia dipaksa bekerja seperti romusha, sampai kehilangan nyawa, apakah dibiarkan mati begitu saja?. Nah kalau sudah viral begini, baru sibuk nanti dilakukan razia," terangnya.

Jika dilihat dari aktivitas kehidupan nenek moyang orang Kuansing, jelas Mardianto Manan, pertambangan emas bukan menjadi pekerjaan utama.

Oleh karena itulah, Dr Mardianto Manan meyakini bahwa mayoritas pekerja PETI, merupakan orang-orang dari luar Kuansing.

"Tak ada nenek moyang kita yang kerja disana, memang ada penambang tradisional, tapi mereka itu cuma 'mendulang', kemudian 'dikisai', dan tak ada campuran kimia yang berbahaya disana. Kemudian, pekerjaan itu hanya sampingan, bukan utama," kata Mardianto Manan.

Anggota DPRD Provinsi Riau Fraksi PAN ini, menceritakan bahwa ketika dia masih kecil dulu, dia bersama teman-temannya sering minum air di sungai.

"Kami dulu minum air sungai itu seperti sapi minum, saking bersihnya. Dibawah itu kami nampak ikan dan batu-batu di dasar sungai. Kondisinya sangat berbeda hari ini," katanya.

Aktivitas PETI, tambah Mardianto Manan, sangat merusak habitat alam, karena senyawa merkuri yang dipakai pelaku PETI, mengalir di sungai sampai ke laut.

"Sampai di laut, kemudian di makan ikan, ikannya dimakan oleh manusia. Coba cek dampak merkuri terhadap tubuh manusia, saya tak bisa membayangkan kalau anak-anak kemenakan kita terdampak nantinya," ulasnya.

Dan kekhawatiran Mardianto Manan ini sudah terlihat, dimana banyak anak bayi di Kuansing yang terlahir dengan kondisi cacat. Yang lahir dengan jantung di luar, lahir tanpa anus, dan kondisi lainnya.

"Dampaknya itu akumulatif, bisa saja dampaknya terlihat pada kita 5-10 tahun kedepan. Kita yang di Pekanbaru ini jangan merasa aman, bisa saja ikan yang terpapar merkuri ini sampai ke piring kita," tutupnya.


Sebelumnya, pekerja tambang emas tanpa izin (PETI) di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau yang tertimbun sudah ditemukan, Kamis (14/9/2023) pagi. Kondisinya meninggal dunia setelah 15 jam terkubur di area pertambangan.

Korban bernama Deni, warga Desa Jaya Kopah. Ia bersama kawan-kawannya melakukan penambangan emas ilegal di Desa Munsalo Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasbullah RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X