RIAUMAKMUR.COM - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Tengah mempersiapkan lembaga atau pusat pengembangan prestasi atau talenta bagi para siswa, santri, dan mahasiwa binaannya.
Lembaga tersebut direncanakan akan menjadi wadah dari berbagai ajang kompetisi nasional yang selama ini digelar Kemenag.
Direktur Perguruan Tinggi Islam (Diktis), Ahmad Zainul Hamdi, Selasa (19/9/2023) menyampaikan bahwa pihaknya ingin membentuk pusat prestasi ini karena tiga alasan. Pertama, setiap even selalu mengundang bias tuan rumah atau penyelenggara. Kedua, munculnya protes saat pelaksanaan. Ketiga, selesai even, muncul cacian.
Baca Juga: Drakor dan Drachin Apa Bedanya?, Ini Dia Tiap Perbedaanya
"Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan karena tidak akan menghasilkan talent-talent terbaik," tuturnya.
Catatan lainnya, setiap kali perhelatan, seakan-akan persiapan harus dilakukan dari nol. Menurutnya, ini cara kerja yang tidak terinstitusionalisasi, sehingga harus diubah.
"Setiap event seakan-akan kita kerja dari nol, padahal diselenggarakan rutin. Ini menunjukkan kerja-kerja amatir yang harus diperbaiki, karena menunjukkan cara kerja yang tidak terinstitusionalisasi," katanya.
Baca Juga: Sedang Menunggu Pembeli Sabu, IW Diamankan Polsek Tapung Hilir Dengan 23 Paket Sabu Dikantongnya
Ahmad ingin hasil-hasil ajang kompetisi nasional Ditjen Pendidikan Islam dapat direkognisi secara nasional. Hasil kompetisi juga perlu diglorifikasi media sehingga mendapat apresiasi dari khalayak. Sebab, para juara yang lahir dari proses dan sistem talent terbaik, juga akan menjadi sangat baik.
"Talent-talent terbaik perlu mendapat pembinaan secara baik, seperti mendapat beasiswa atau peluang pengembangan lainnya. Karena itu perlu inovasi, dengan membentuk lembaga prestasi yang kredibel dan kuat seperti yang sudah mapan di Kemendikbud," imbuhnya.
Alasan inilah yang menjadi dasar rencana pembentukan lembaga tersebut.
Baca Juga: Tunggu Surat dari DPRD Inhil, Pemprov Riau Segera Proses Pemberhentian Bupati Wardan
Untuk diketahui, Kemenag pada tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) ada menggelar Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) serta Pekan Olahraga dan Seni Nasional (PESONA).
Sementara pada level madrasah, Kemenag ada buat Kompetisi Sains Madrasah (KSM), (Madrasah Young Research and Science (Myres), Musabaqah Qiraatul Kutub, dan ajang komperisi lainnya.
Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan, Shoib Nur, mendorong agar pembentukan lembaga prestasi ini dapat segera diwujudkan agar dapat menghandle pelaksanaan OASE tahun depan.
Artikel Terkait
Relawan Santri Dukung Ganjar Peringati Nuzulul Quran dengan Berbagi Kebaikan di Riau
2 Santri Riau Jadi Korban Kecelakaan Bus Rappan Marannu, 1 Meninggal, 1 Selamat
Ponpes Al Zaytun Didemo FIM Layangkan 5 Tuntutan, Santri Hadang Pendemo Sambil Teriak Amankan Pendemo
Hadiri Wisuda Santri Ponpes Salafiyah, Ini Pesan Gubri Syamsuar
Asli Jombang, Ketua PBNU dan Semua Santri Dukung Penuh Muhaimin Iskandar Jadi Wapres RI 2024