Atasi Abrasi di Desa Anak Setatah dan Permai Kepulauan Meranti, Pemprov Riau Bangun Dua Pemecah Gelombang

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Selasa, 26 September 2023 | 16:13 WIB
Pemprov Riau Bangun Dua Pemecah Gelombang di  Desa Anak Setatah dan Permai Kepulauan Meranti
Pemprov Riau Bangun Dua Pemecah Gelombang di Desa Anak Setatah dan Permai Kepulauan Meranti

RIAUMAKMUR.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, sedang melakukan konstruksi pemecah gelombang (Breakwater) di Desa Anak Setatah dan Desa Permai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, M Arief Setiawan, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Yufendri, menjelaskan bahwa pembangunan kedua pemecah gelombang ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan abrasi yang telah lama menghantui kedua desa tersebut.

"Pembangunan pemecah gelombang di Desa Anak Setatah dan Desa Permai adalah upaya kami untuk mengatasi abrasi yang telah lama menjadi masalah serius di wilayah ini," kata Yufendri pada Selasa (26/9/2023).

Dengan adanya pembangunan pemecah gelombang, dampak dari gelombang air laut yang datang menjadi lebih terkendali di wilayah pantai. Hal ini diharapkan mampu mencegah terjadinya abrasi yang terus berlanjut.

"Karena wilayah tersebut telah mengalami abrasi yang mendekati jalan, pembangunan pengaman pantai ini diharapkan akan membantu mengembalikan bibir pantai yang telah tergerus oleh abrasi sebelumnya," jelasnya.

Pemprov Riau Bangun Dua Pemecah Gelombang di  Desa Anak Setatah dan Permai Kepulauan Meranti
Pemprov Riau Bangun Dua Pemecah Gelombang di Desa Anak Setatah dan Permai Kepulauan Meranti

Terkait dengan progres pembangunan pemecah gelombang ini, Yufendri menjelaskan bahwa saat ini progresnya sangat positif, bahkan melebihi rencana yang telah ditargetkan.

"Progres perencanaan pembangunan mencapai 75,604 persen, sementara progres pelaksanaan telah mencapai 90,019 persen. Artinya, telah terjadi deviasi yang positif sekitar 14,415 persen. Pembangunan pemecah gelombang di kedua desa ini masing-masing memiliki panjang sekitar 200 meter," tutupnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X