RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau berkomitmen untuk melanjutkan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Riau.
Pencanangan program GNPIP Provinsi Riau ini akan dilakukan di 43 titik lokasi strategis di seluruh provinsi Riau hingga akhir tahun 2023.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sektor-sektor vital di wilayah ini, mencakup pertanian, industri, dan sektor usaha kecil menengah.
Dalam upaya mencapai tujuan ini, TPID Provinsi Riau akan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga terkait.
"Penguatan program GNPIP Provinsi Riau tahun 2023 menjadi komitmen bersama TPID untuk mengoptimalkan pengendalian inflasi dari sisi supply dan mendorong peningkatan produksi guna mendukung ketahanan pangan secara masif dan integratif," kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, Muhamad Nur dikutip Sabtu (30/9/2023).
Ia berharap program GNPIP Provinsi Riau ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Riau.
"Ke depan, TPID Provinsi Riau akan melaksanakan program ini secara berkelanjutan dengan pencanangan sekitar 43 titik lokasi hingga akhir tahun 2023," jelasnya.
"Dengan terus melaksanakan program ini secara berkelanjutan, kami yakin dapat mencapai hasil yang lebih baik di akhir tahun 2023," kata Muhamad Nur.
Untuk diketahui, aksi pengendalian inflasi melalui GNPIP ini mengacu pada Kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Komunikasi Efektif), dengan 7 (tujuh) Program Unggulan.
Yaitu, 1. Intensifikasi dan perluasan titik pasar murah, 2. Launching Aplikasi 1 data bernama KODAI PUANTIPA (Komunikasi dan Informasi Pasar Pantauan Barang Penting dan Harga Pangan), yang diinisiasi oleh Disperindag Provinsi Riau.
Lalu, 3. Inovasi Gerakan Tanam melalui Digital Farming berbasis Internet of Things (IoT) untuk budidaya padi dan cabai merah, 4. Program Hilirisasi Pembinaan UMKM dan Pondok Pesantren untuk mengolah produk turunan cabai, dan Diversifikasi Pangan dengan berbagai menu olahan sagu.
Kemudian, 5. Penyaluran Bantuan Alsintan dan Saprodi kepada kelompok tani binaan, 6. Perluasan dan Penguatan Kerja sama Antar Daerah (KAD), baik intra wilayah maupun antar (ILM).
Selanjutnya, 7. Membangun Komunikasi Efektif dengan seluruh lapisan masyarakat melalui publikasi dan Iklan Layanan Masyarakat Launching 7 Program Unggulan GNPIP.
Sebelumnya, BI telah menggelar puncak kegiatan GNIPP di Lahan Kelompok Tani Milenial, Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis pada tanggal 26 September 2023.
Pada acara tersebut juga dimeriahkan dengan kegiatan Pasar Murah Makin Murah Dengan ORIS.
Artikel Terkait
Analisis BPS RI: Komoditas Pangan dan Tarif Sekolah Berpotensi Jadi Penyebab Inflasi Juli
Kolaborasi Pertamina Patra Niaga Dengan Masyarakat, Usung Kampung Pangan Madani dan Ekowisata Pulau Semut di P
Wujud Program Ketahanan Pangan, Koramil 07/ Kampar Lakukan Pendampingan Petani
Presiden Jokowi Cek Harga Pangan di Pasar Sukaramai Medan
Presiden Tinjau Harga Komoditas Pangan di Pasar Grogolan Baru Pekalongan
Belum Diterima, Pemprov Riau Kembali Bahas Pembentukan UPT Pengelolaan Pangan Strategis
Festival Pangan Lokal di Provinsi Riau Resmi Digelar
Gubri Syamsuar dan Bank Indonesia Luncurkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di Desa Pambang Baru
Ini Kata Kepala BI Riau Soal Aksi Pengendalian Inflasi Pangan di Daerah
Waspada Kelangkaan Pangan Akibat Perubahan Iklim dan Geopolitik Dunia